BENARKAN IMAM SYAFII MENGAJARKAN MELAFALKAN NIAT (NAWAITU DST..)?

๐Ÿƒ๐ŸŒป BENARKAN IMAM SYAFII MENGAJARKAN MELAFALKAN NIAT (NAWAITU DST..)?

Syaikh Shalih bin Abdillah Al-Fauzan hafizhahullah

Masalah (berniat dengan hati) ini penting sekali, Karena sebagian manusia mereka terus-menerus mengucapkan niat, ketika mau tawaf, ketika mau shalat atau amalan apa saja yang hendak mereka kerjakan.

Dan (melafalkan niat) ini hukumnya bid’ah, sedikitpun Allah tidak menurunkan dalil padanya.

Dan sekalipun mereka menisbatkan hal ini kepada Imam Syafi’i. Kata mereka, beliau mengajarkan melafalkan niat. Akan tetapi hal ini tertolak dengan dua sisi :

โ–ช๏ธPertama riwayat-riwayat ini tidak ada yang shahih dari Imam Syafi’i.

โ–ช๏ธ Yang kedua, kalaupun shahih, dari Imam Syafi’i, itupun bukan hujjah (dalil), karena Imam Syafi’i adalah seorang Mujtahid, seorang Mujtahid kadang bisa salah, kadang benar.
Dan yang menjadi hujjah adalah sabda Rasulullah ๏ทบ, bukan ucapan imam Syafi’i Ahmad, Abu Hanifah, Malik. Tidaklah ucapan seorang ulama menjadi hujjah, kecuali kalau mencocoki dalil.

โ–ช๏ธ Ketiga, Yang diriwayatkan dari Syafi’i, sesungguhnya beliau mengatakan : “Shalat itu tidaklah sama dengan selainnya. Shalat tidak masuk ke dalamnya kecuali dengan dzikrullah.”
Yang dimaksud dengan dzikrullah adalah bertakbir (bukan nawaitu dsb).

๐Ÿ“‘ Syarh Al-Arba’in An-Nawaiyah Shyaikh Shalih 26-27

โฉ|| Grup Whatsap Ma’had Ar-Ridhwan Poso

๐Ÿ’ฝ||_Join chanel telegram
http://telegram.me/ahlussunnahposo