TAHLILAN DAN ACARA SETELAH KEMATIAN ITU BISA MENJADI MEMAKAN HARTA ANAK YATIM
🏘🚦🍱 TAHLILAN DAN ACARA SETELAH KEMATIAN ITU BISA MENJADI MEMAKAN HARTA ANAK YATIM
Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i rahimahullah
Diriwayatkan bahwa ada seorang biasa menghadiri majlis Nabi ﷺ, dan kemudian dia tidak hadir. Maka Nabi ﷺ bersabda:
“Di mana si fulan?” Mereka menjawab: “Wahai Rasulullah, dia sekarang menyendiri di rumahnya. Anaknya, yang biasa dia bawa ke majlis telah meninggal.”
Maka beliau bersabda: “Mari kita pergi menemuinya.”
Maka mereka pergi untuk menyampaikan belasungkawa (takziyah) kepada orang tersebut.
Ini adalah dalil bahwa tidak mengapa berkumpul-kumpul (di rumah duka) sekali-sekali untuk bertakziyah.
Akan tetapi, yang memudharatkan adalah tatkala hal itu telah menjadi kebiasaan rutin, menyebabkan kesulitan, memberatkan, dan merugikan harta anak yatim piatu yang ayahnya baru saja meninggal dunia.
Sementara Allah Ta’ala berfirman dalam Kitab-Nya yang Agung :
إِنَّ ٱلَّذِينَ يَأۡكُلُونَ أَمۡوَٰلَ ٱلۡيَتَٰمَىٰ ظُلۡمًا إِنَّمَا يَأۡكُلُونَ فِي بُطُونِهِمۡ نَارٗاۖ وَسَيَصۡلَوۡنَ سَعِيرٗا
“Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api dalam perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka).”
[QS. An-Nisa’: 10]
Praktik ini telah meluas, sampai-sampai sebagian orang Mesir mengatakan:
ثلاثة تشقى بها الدار **** العرس والمأتم والزار
“Ada Tiga perkara yang menyengsarakan sebuah keluarga :
Pesta pernikahan, acara kematian dan menjamu tamu.
📑 Kaset As’ilah As-Salafiyiin bil- Lahj
⏩|| Saluran Whatsap Ma’had Ar-Ridhwan Poso
https://chat.whatsapp.com/EDSPbabz7ZjD7HwNvYWslK
💽||_Join chanel telegram
http://telegram.me/ahlussunnahposo