Bid'ah

BUKANNYA KELUARGA MAYIT YANG MEMBUAT MAKANAN UNTUK TAMU..

🚦🏘🌻 BUKANNYA KELUARGA MAYIT YANG MEMBUAT MAKANAN UNTUK TAMU..

 

Fatwa Al-Lajnah Ad-Daa’imah Pertanyaan ke dua no 17485

 

Yang disyariatkan adalah membuat makanan untuk keluarga mayit sesuai kebutuhan mereka, karena mereka itu sedang sibuk dengan musibahnya sehingga tidak sempat memasak makanan untuk diri mereka. Maka ini merupakan ungkapan rasa empati kepada mereka, sebagaimana yang Nabi ﷺ perintahkan kepada sebagian istrinya untuk membuat makanan untuk keluarga Ja’far bin Abi Talib, tatkala datang kabar kematiannya di negeri Syam. Lalu beliau berkata :

 

إنه قد أتاهم ما يشغلهم.

 

Sesungguhnya telah datang perkara yang menyibukkan mereka (keluarga Ja’far).”

 

Adapun kalau keluarga mayit yang membuat makanan dan mengadakan acara pesta di hari tertentu maka ini adalah bidah. Sahabat Jarir bin Abdillah radhiyallahu anhuma salah satu sahabat Nabi ﷺ :

 

Kami (para sahabat) menganggap berkumpul-kumpul di rumah duka dan membuat makanan setelah dikuburkan itu sebagai perbuatan meratapi mayit.

 

📑 Dinukil dari Fatawa Al-Lajnah Ad-Daa’imah 7/409

 

⏩|| Saluran Whatsap Ma’had Ar-Ridhwan Poso

https://chat.whatsapp.com/EDSPbabz7ZjD7HwNvYWslK

 

💽||_Join chanel telegram

http://telegram.me/ahlussunnahposo