FiqihHaji & Umroh

BEBERAPA SYARAT AGAR AMALAN IBADAH HAJI DITERIMA

📚🚦🕋 BEBERAPA SYARAT AGAR AMALAN IBADAH HAJI DITERIMA

Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baaz rahimahumullah

Pertanyaan :

Apa saja hal-hal yang harus dilakukan seorang Muslim agar ibadah hajinya diterima, in sya Allah?

Beliau menjawab:

Hal-hal yang harus dilakukan agar ibadah hajinya diterima adalah:

▪️ Berniat menunaikan haji untuk mengharap wajah Allah Taala dan inilah keikhlasan.

▪️ Ia juga harus mengikuti sunnah Rasulullah ﷺ dalam ibadah hajinya, dan ini namanya mutaaba’ah kepada Nabi ﷺ. Setiap amal kebaikan tidak diterima kecuali dengan dua syarat utama ini: keikhlasan dan mutaaba’ah  (mengikuti) Nabi ﷺ. Berdasarkan firman Allah Ta’ala:

Dan mereka tidaklah diperintah kecuali untuk beribadah kepada Allah dengan ikhlas kepada-Nya dalam beragama, tetap lurus dalam kebenaran, mendirikan shalat dan menunaikan zakat. Dan itulah agama yang benar.”
[QS. Al-Bayyinah 5]

Dan berdasarkan sabda Nabi ﷺ

Sesungguhnya amal perbuatan itu ditentukan oleh niatnya, dan setiap orang hanya akan mendapatkan sesuai apa yang dia niatkan.”
[Muttafaq ‘alaih]

Dan berdasarkan sabda Nabi ﷺ:

Barangsiapa melakukan suatu amalan yang tidak sesuai dengan perintah Kami, maka amalan tersebut tertolak.”

Maka ini adalah dua hal terpenting yang harus dipegang teguh seorang yang berhaji : keikhlasan dan mengikuti Nabi ﷺ.

Nabi ﷺ bersabda tatkala menjalankan manasik hajinya,

خذوا عني مناسككم.

Ambilah dariku tata cara ibadah haji kalian.”

▪️ Diantara syaratnya, haji harus dengan harta yang halal. Berhaji dengan uang haram hukumnya dilarang dan tidak diperbolehkan. Bahkan, beberapa ulama berpendapat bahwa hajinya tidak sah dalam kasus ini. Dan sebagian dari mereka mengatakan: Jika berhaji dengan uang haram, maka kamu belum melakukan haji, melainkan untanya saja yang telah berhaji.

▪️ Diantara syaratnya adalah menjauhi apa yang Allah larang, sebagaimana firman Allah Ta’ala:

ٱلۡحَجُّ أَشۡهُرٞ مَّعۡلُومَٰتٞۚ فَمَن فَرَضَ فِيهِنَّ ٱلۡحَجَّ فَلَا رَفَثَ وَلَا فُسُوقَ وَلَا جِدَالَ فِي ٱلۡحَجِّۗ

Haji itu dilakukan pada bulan-bulan yg ditentukan. Maka barang siapa yang melaksanakan ibadah haji di bulan tersebut, janganlah melakukan hal-hal yang mengundang syahwat, perbuatan maksiat, dan bertengkar selama berhaji.”
[QS. Al-Baqarah: 197]

▪️ Diantara syaratnya, seseorang harus menjauhi apa yang Allah larang selama ibadah haji dan pada waktu lainnya secara umum, seperti perbuatan fasiq, maksiat, ucapan yang haram, perbuatan yang haram, mendengarkan musik, dan sebagainya.
Menjauhi perkara yang Allah larang khusus selama ibadah haji, seperti perbuatan rafats, yaitu berhubungan badan dengan istri  dan mencukur kepala. Menjauhi apa yang Nabi ﷺ untuk dipakai selama ber-ihram.
Singkatnya, seseorang harus menghindari semua larangan ihram.

▪️ Seorang jamaah haji juga harus lemah lembut, ramah, dan dermawan dalam harta dan perbuatan, serta berlaku baik kepada jamaah haji, semaksimal dia bisa. Menjauhi tindakan yang mengganggu kaum muslimin, baik di tempat-tempat suci maupun di pasar. Tidak mengganggu kaum muslimin saat terjadi kepadatan di area tawaf, area Safa dan Marwa, Jamarat, dan sebagainya. Inilah hal-hal yang harus dilakukan oleh seorang jamaah haji, atau lebih tepatnya, yang wajib dilakukannya.

Cara termudah untuk meraih hal ini adalah dengan pendampingan orang yang berilmu yang dapat mengingatkan tentang agamanya.
Jika tidak memungkinkan, maka hendaknya ia membaca buku-buku karya ulama terpercaya sebelum berangkat haji, agar ia dapat beribadah kepada Allah didasari ilmu agama.

📑 Majmu’ al-Fatawa 21/21-22

⏩|| Saluran Whatsap Ma’had Ar-Ridhwan Poso
https://chat.whatsapp.com/EDSPbabz7ZjD7HwNvYWslK

💽||_Join chanel telegram
http://telegram.me/ahlussunnahposo