Halal & Haram

SISI KEBATILAN PENDAPAT YANG MEMBOLEHKAN FOTO BERNYAWA

🚫 📸 ❗️ SISI KEBATILAN PENDAPAT YANG MEMBOLEHKAN FOTO BERNYAWA

Syaikh Hamud bin Abdillah At-Tuwaijiri rahimahullah

Diantara syubhat yang batil adalah klaim yang dilontarkan oleh sebagian manusia zaman sekarang dan sebagian tukang potret, bahwa larangan gambar hanya berlaku untuk gambar yang dibuat dengan tangan, adapun gambar yang dihasilkan melalui kamera fotografi itu boleh.

Ini adalah syubhat yang sangat mengherankan, yang menunjukkan akan kedunguan dan kebodohan orang yang mengemukakannya.

Syubhat semacam itu tidak perlu dijawab, karena kebatilannya sangat jelas bagi mereka yang berakal sehat—terlebih lagi bagi mereka yang memiliki sedikit ilmu agama.

Jika seseorang berkata :  Sesungguhnya minuman keras yang dilarang hanyalah yang diperas dengan tangan saja, adapun minuman keras hasil perasan alat/mesin tidaklah dilarang, meskipun efek memabukkannya jauh lebih kuat dibandingkan jenis yang diperas dengan tangan.

Maka tidak ada bedanya antara pernyataan orang tersebut dengan pendalilan orang zaman sekarang yang membolehkan foto bernyawa yg disebutkan tadi.

Dalam kedua kasus tersebut, pelakunya mengharamkan satu perkara, namun membolehkan perkara sejenis yang jauh lebih parah, yang justru lebih pantas untuk diharamkan dibandingkan perkara yang mereka haramkan itu sendiri.

Saya telah menyebutkan sebelumnya, bahwa diantara alasan haramnya gambar adalah karena meniru ciptaan Allah Ta’ala, sebagaimana ditunjukkan oleh hadits Abu Hurairah dan Aisyah radhiyallahu ‘anhuma.

Alasan ini berlaku untuk semua bentuk pembuatan gambar, baik yang dibuat dengan tangan maupun yang dibuat oleh kamera.

Semakin gambar tersebut menyerupai makhluk hidup, berarti semakin keras keharamannya, karena semakin besar tingkat peniruan-nya terhadap ciptaan Allah Ta’ala.

Maka tidak tersamar atas bagi setiap orang yang berakal, bahwa foto itu memiliki kemiripan makhluk hidup dengan ketelitian yang jauh lebih besar daripada gambar yang dibuat tangan, yang mungkin tidak sesuai dengan subjek dalam setiap detailnya. Sehingga, foto dengan kamera itu lebih keras keharamannya daripada gambar yang dibuat tangan. Wallahu a’lam.

📑 I’lasn an-Nakir ‘ala al-Maftunin bit-Tashwir hal 93–94

📌 بطلان قول من أباح الصورة الفوتوغرافية

🚦 الشيخ حمود بن عبدالله التويجري رحمه الله تعالى

ومن الشُّبَه الباطلة أيضًا قول بعض العصريين أن المحرم التصوير المنقوش باليد فأما المأخوذ بالآلة الفوتوغرافية فلا، وهذه الشبهة من أغرب الشُّبَه وفيها دليل على حماقة قائلها وكثافة جهله.
ومثلها لا يحتاج إلى جواب؛ لظهور بطلانها لكل عاقل فضلاً عمن له أدنى علم ومعرفة، ولو قال قائل: إنه لا يحرم من الخمر إلا ما اعتصر
بالأيدي فقط فأما ما اعتصر بالآلات المعدَّة للاعتصار فلا يحرم وإن كان أشد إسكارًا مما اعتصر بالأيدي لما كان بين قوله وبين قول صاحب هذه الشبهة فرقٌ؛ لأن كلاًّ منهما قد حرم شيئًا وأباح ما هو أعظم من جنسه وما هو أولى بالتحريم والمنع مما حرمه.

وقد ذكرت قريبًا أن علة تحريم التصوير هي المضاهاة بخلق الله – تعالى – كما يدل على ذلك حديث أبي هريرة وحديث عائشة – رضي الله عنهما – وهذه العلة تشمل كلَّ تصوير سواء كان منقوشًا بالأيدي أو مأخوذًا بالآلة الفوتوغرافية، وكلما كان التصوير أقرب إلى مشابهة الحيوانات فهو أشد تحريمًا؛ لما فيه من مزيد المضاهاة بخلق الله – تعالى.

ولا يخفى على عاقل أن التصوير الفوتوغرافية هو الذي يطابق صور الحيوانات غاية المطابقة بخلاف التصوير المنقوش بالأيدي فإنه قد لا يطابقها من كل وجه، وعلى هذا فيكون التصوير بالآلة الفوتوغرافية أشد تحريمًا من التصوير المنقوش بالأيدي، والله أعلم.

📌 إعلان النكير على المفتونين بالتصوير 93-94

⏩|| Saluran Whatsap Ma’had Ar-Ridhwan Poso
https://chat.whatsapp.com/EDSPbabz7ZjD7HwNvYWslK

💽||_Join chanel telegram
http://telegram.me/ahlussunnahposo