Halal & Haram

SISI BURUK DI BALIK SANDIWARA, FILM ATAU SINETRON ISLAMY

🌤🕹🌻 SISI BURUK DI BALIK SANDIWARA, FILM ATAU SINETRON ISLAMY

Syaikh Shalih bin Abdillah Al-Fauzan hafizhahullah

Pertanyaan :

Sebagian orang Shalih melakukan pertunjukan sandiwara (film) untuk menarik hadirin. Dan diantara yang terjadi adalah sebagian penuntut ilmu memerankan sebagai seorang yahudi, sebagian lainnya menjadi orang islam. Apakah ini boleh, mengingat hal itu sangat berpengaruh kepada para penonton?

Jawaban :

Perbuatan ini akan menyia-nyiakan waktu saja, dan perbuatan ikut-ikutan dengan dengan orang kafir. Karena sandiwara itu tidaklah datang kecuali melalui jalan orang-orang kafir. Merekalah yang mengadakan pertama kali dan ini datang dari mereka, dan padanya ada kedustaan, perbuatan tasyabbuh dengan orang kafir.
Karena seorang akan memerankan diri sebagai orang kafir atau yahudi, berbicara dengan lisan seorang yahudi, laa haula walaa quwwata illa billah.

Sampai seorang akan memerankan diri sebagai syaitan, dia berbicara dengan lisannya syaitan, memerankan Abu Jahal, Abu Lahab atau dia menjadi tokoh kekufuran.

Berperan sebagai mereka berbicara dengan ucapan kufur dalam rangka untuk menjauhkan manusia dari kekufuran ini.

Menjauhkan orang dari kekufuran itu dengan melarangnya, memperingatkan umat darinya, menjelaskan akan bahaya dan kerusakannya dan akibat jeleknya. Tanpa harus memerankan karakter individu seorang kafir, berbicara dengan lisan kafir. Ini tidak pernah dilakukan oleh para salaf shalih tidak juga kaum muslimin. Akan tetapi ini itu diambil dari kebiasaan orang kafir, tujuan hal itu adalah untuk hiburan dan membuat para hadirin tertawa.

📑 Al-Ijabaat Al-Muhimmah 274

⏩|| Grup Whatsap Ma’had Ar-Ridhwan Poso

💽||_Join chanel telegram
http://telegram.me/ahlussunnahposo