FiqihShalat

ANJURAN MENAMBAH SHALAT TAHAJUD SEPULUH RAKAAT DI AKHIR MALAM PADA SEPULUH TERAKHIR RAMADHAN

📬🚦🕌 ANJURAN MENAMBAH SHALAT TAHAJUD SEPULUH RAKAAT DI AKHIR MALAM PADA SEPULUH TERAKHIR RAMADHAN

Syaikh Shalih bin Abdillah Al-Fauzan hafizhahullah

Adapun selama sepuluh malam terakhir Ramadan, kaum muslimin dianjurkan meningkatkan kesungguhan mereka dalam beribadah, mengikuti teladan Nabi Muhammad ﷺ dan mencari Lailatul Qadar, yang lebih baik daripada seribu bulan.

Mereka yang shalat 23 rakaat di awal ramadhan, hendaknya membaginya selama sepuluh malam terakhir, shalat 10 rakaat di awal malam, yang mereka namakan Tarawih. Kemudian mereka shalat 10 rakaat di akhir malam, memperpanjangnya dengan tiga rakaat witir, yang mereka sebut tahajud.

Ini hanyalah perbedaan nama saja, semua shalat ini dapat disebut Tarawih atau tahajud.

Adapun orang-orang yang shalat 11 atau 13 rakaat di awal bulan, mereka menambahkan sepuluh rakaat selama sepuluh malam terakhir, mengerjakannya di akhir malam dan memperpanjangnya untuk memanfaatkan keutamaan sepuluh malam terakhir dan untuk meningkatkan kesungguhan mereka dalam kebaikan.

Mereka memiliki contoh yg demikian dari para Sahabat dan lainnya yang biasa shalat dua puluh tiga rakaat, sebagaimana telah lalu.

Dengan demikian, mereka menggabungkan dua pendapat:
Pendapat shalat tarawih tiga belas rakaat pada dua puluh hari pertama, dan pendapat dua puluh tiga rakaat pada sepuluh hari terakhir.

Dalam kedua keadaan tersebut, mereka tidak menyimpang dari Sunnah, alhamdulillah.

Berbeda dengan apa yang diklaim oleh sebagian orang yang tergesa-gesa dalam mengingkari shalat lebih dari sebelas atau tiga belas rakaat di bulan Ramadhan.

📑 Ithaaf Ahlil imaan 223

⏩|| Saluran Whatsap Ma’had Ar-Ridhwan Poso
https://chat.whatsapp.com/EDSPbabz7ZjD7HwNvYWslK

💽||_Join chanel telegram
http://telegram.me/ahlussunnahposo