Manhaj

KABAR GEMBIRA BAGI ORANG YANG TERASING KARENA BERPEGANG DENGAN AGAMA..

🍃🌻 KABAR GEMBIRA BAGI ORANG YANG TERASING KARENA BERPEGANG DENGAN AGAMA..

Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baaz rahimahullah

Dari Abu Hurairah dari Nabi ﷺ bersabda :

بدأ الإسلا غريب وسيعود غريبا كما بدأ فطوبى للغرباء
Islam bermula dalam keadaan terasing dan kelak akan kembali menjadi terasing sebagaimana permulaannya. Maka berbahagialah bagi orang-orang yang terasing (ghuraba).

Dan ini adalah hadits yang shahih dari Nabi ﷺ. Sebagian Imam Ahlul hadits menambahkan dalam riwayat lainnya :

Ditanyakan kepada beliau : Wahai Rasulullah siapa itu Orang yang terasing? beliau menjawab :

الذين يصلحون إذا فسد الناس

Yaitu orang-orang yang berbuat perbaikan (islah) di saat manusia rusak.
Dalam riwayat yang lainnya :

الذين يصلحون ما أفسد الناس من سنتي

“Yaitu orang-orang yang memperbaiki segala apa yang dirusak oleh manusia dari sunnahku.”

Dan riwayat lainnya :

هم النزاع من القبائل

“Mereka adalah orang-orang yang terpinggirkan dari kabilah-kabilahnya.”

Dalam riwayat lainnya :

هم أناس صالحون قليل في أناس سوء كثير

“Mereka adalah orang-orang shaleh yang sedikit di tengah-tengah manusia yang jelek yang banyak.”

Maka yang dimaksud dengan orang yang ghuraba (terasing) di sini mereka adalah orang-orang yang istiqamah, sesungguhnya surga dan kebahagiaan itu disediakan untuk orang-orang yang menjadi terasing, yang senantiasa berbuat perbaikan ketika manusia rusak.

Apabila kondisi sudah berubah, perkara Agama sudah terkaburkan, dan orang-orang yang baik semakin sedikit, mereka terus tetap kokoh di atas kebenaran, mereka terus Istiqamah di atas agama Allah, mereka mentauhidkan Allah mengikhlaskan ibadah untukNya, mereka Istiqamah di atas shalat, zakat puasa Haji dan seluruh perkara agama.
Merekalah orang-orang yang ghuraba, merekalah orang-orang yang Allah berfirman tentang mereka :

{ إِنَّ ٱلَّذِینَ قَالُوا۟ رَبُّنَا ٱللَّهُ ثُمَّ ٱسۡتَقَـٰمُوا۟ تَتَنَزَّلُ عَلَیۡهِمُ ٱلۡمَلَـٰۤىِٕكَةُ أَلَّا تَخَافُوا۟ وَلَا تَحۡزَنُوا۟ وَأَبۡشِرُوا۟ بِٱلۡجَنَّةِ ٱلَّتِی كُنتُمۡ تُوعَدُونَ (30) نَحۡنُ أَوۡلِیَاۤؤُكُمۡ فِی ٱلۡحَیَوٰةِ ٱلدُّنۡیَا وَفِی ٱلۡـَٔاخِرَةِۖ وَلَكُمۡ فِیهَا مَا تَشۡتَهِیۤ أَنفُسُكُمۡ وَلَكُمۡ فِیهَا مَا تَدَّعُونَ (31) نُزُلࣰا مِّنۡ غَفُورࣲ رَّحِیمࣲ (32)

Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, “Rabb kami adalah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian (istiqamah) maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka (dengan berkata), “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu.”
Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya (surga) kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh apa yang kamu minta.
Sebagai penghormatan (bagimu) dari (Allah) Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.”

[QS. Fushshilat 30-327]

📑 Majmu Al-Fatawa 2/13-14

⏩|| Saluran Whatsap Ma’had Ar-Ridhwan Poso
https://chat.whatsapp.com/EDSPbabz7ZjD7HwNvYWslK

💽||_Join chanel telegram
http://telegram.me/ahlussunnahposo