APAKAH ORANG YANG BERBUAT KESYIRIKAN KARENA JAHIL (BODOH) DIBERI UDZUR?
🏘🌻🚦 APAKAH ORANG YANG BERBUAT KESYIRIKAN KARENA JAHIL (BODOH) DIBERI UDZUR?
Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baaz rahimahullah
Pertanyaan :
Apakah seorang muslim itu diberi udzur apabila melakukan satu kesyirikan seperti menyembelih dan bernazar untuk selain Allah dalam keadaan bodoh?
Jawaban :
Perkara ini ada dua hal, bagian yang pertama adalah seorang yang diberi ‘udzur karena bodoh, yang kedua seorang yang tidak diberi undur karena kebodohannya.
▪️ Maka apabila seseorang yg melakukan kesyirikan tersebut tinggal di tengah kaum muslimin, dia melakukan kesyirikan kepada Allah, menyembah selain Allah, maka dia tidak diberi udzur, karena dia telah meremehkan dan tidak mau bertanya, untuk mempelajari agamanya.
Maka dia tidak diberi udzur dalam melakukan peribadatan kepada selain Allah, seperti beribadah kepada orang mati, pepohonan, bebatuan atau berhala. Karena dia berpaling dan lalai dari mempelajari agama.
Sebagaimana Allah berfirman :
وَٱلَّذِينَ كَفَرُواْ عَمَّآ أُنذِرُواْ مُعۡرِضُونَ
“Namun orang-orang yang kafir berpaling dari peringatan yang diberikan kepada mereka.”
[QS. Al-Ahqaaf 3]
Dalilnya, dulu Nabi ﷺ ketika minta izin kepada Rabbnya untuk memohonkan ampunan untuk ibunya, karena ibunya meninggal di zaman Jahiliyah, beliau tidak diberi izin oleh Allah untuk memohonkan ampun untuk ibunya, karena ibunya meninggal di atas agama kaumnya, menyembah berhala.
Dan dalil lainnya, pernah beliau ﷺ berkata kepada seorang yang bertanya tentang ayahnya, maka beliau menjawab :
“Dia (ayahmu) di neraka.”
Tatkala beliau melihat kesedihan di raut wajah orang tersebut, beliaupun berkata : “Sesungguhnya ayahku dan ayahmu berada di neraka.”
Karena ia meninggal dalam, mempersekutukan Allah, menyembah selain Allah.
Maka bagaimana dengan orang yang tinggal di tengah kaum muslimin, tapi menyembah Badawi, menyembah Husein, menyembah Syaikh Abdul Qadir Jailani atau menyembah Rasulullah Muhammad ﷺ, menyembah Ali atau menyembah selain mereka?
Maka mereka ini dan yang semisalnya lebih pantas untuk tidak diberi udzur, karena mereka melakukan kesyirikan, syirik besar dalam keadaan tinggal di tengah-tengah kaum muslimin, Al-Quran ada di antara mereka, demikian juga sunnah Rasulullah ﷺ ada di tengah mereka, akan tetapi mereka berpaling dari mempelajarinya.
▪️ Jenis yang kedua adalah orang-orang yang diberi udzur karena kebodohannya, seperti orang yang tumbuh di negeri yang jauh dari Islam, di ujung dunia, atau karena sebab yang lainnya seperti Ahlul fatrah (orang yg hidup di zaman belum ada rasul yang diutus), dan semisal mereka dari orang-orang yang tidak sampai risalah kenabian kepada mereka.
Maka mereka ini diberi udzur dengan kebodohan mereka, dan urusan mereka diserahkan kepada Allah.
Dan pendapat yang benar, sesungguhnya mereka akan diuji nanti di hari kiamat. Mereka akan diperintah, kalau mereka menerima perintah tersebut, maka mereka masuk surga. Kalau mereka bermaksiat, maka mereka akan masuk neraka.
Hal ini berdasarkan firman Allah :
وَمَا كُنَّا مُعَذِّبِينَ حَتَّىٰ نَبۡعَثَ رَسُولٗا.
“Tetapi Kami tidak akan menyiksa sebelum Kami mengutus seorang rasul.”
[QS. Al-Isra’: 15]
Dan juga berdasarkan hadits-hadits yang shahih dalam hal itu. dan Ibnul Qayyim rahimahullah telah menjelaskan dengan panjang lebar tentang masalah ini di akhir kitab Thoriqol hijratain, silakan merujuk ke sana karena faedahnya sangat besar.
📑 Majmu’ Al-Fatawa 4/26
⏩|| Grup Whatsap Ma’had Ar-Ridhwan Poso
💽||_Join chanel telegram
http://telegram.me/ahlussunnahposo