APAKAH BOLEH MENGAKIKAHI ORANG TUA SETELAH MENINGGALNYA?
🏘🪜🌹 APAKAH BOLEH MENGAKIKAHI ORANG TUA SETELAH MENINGGALNYA?
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah :
Pertanyaan :
Kita mulai halaqah ini dengan sebuah surat datang dari Irak dari seorang pendengar wanita mengatakan dalam suratnya : Ibuku meninggal dan saya ingin melakukan aqiqah untuknya. Ketika saya bertanya kepada salah seorang Imam salah satu masjid di Baghdad, ia menjawab : Sesungguhnya aqiqah itu hanya untuk orang yang masih hidup bukan untuk orang mati. Apa hukum syariat menurut pandangan anda dalam masalah ini?
Jawaban :
Segala puji hanya milik Allah Subhanahu Wa Ta’ala, saya bersholawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarganya dan para sahabatnya semua.
Akikah tidak disyariatkan untuk orang yang sudah meninggal, akan tetapi disyariatkan untuk ketika baru lahiran di hari yang ketujuh dari lahirnya seorang insan, maka sang ayah disyariatkan, ditekankan untuk mengakikahi anaknya, sama saja apakah anak laki-laki ataukah anak perempuan.
Tetapi anak laki-laki itu dua ekor kambing dan anak perempuan cukup satu ekor kambing aqiqah. Disembelih pada hari yang ke-tujuh, dimakan sebagiannya, disedekahkan dan dihadiahkan.
الشيخ محمد بن صالح العثيمين رحمه الله.
على بركة الله نبدأ هذه الحلقة برسالة وصلت من العراق من مستمعة للبرنامج تقول في رسالتها:
والدتي توفيت وأريد أن أعمل لها عقيقة، وعند الاستفسار من أحد الأئمة في أحد المساجد في بغداد قال: إن العقيقة تعمل للحي وليس للميت، ما حكم الشرع في نظركم في هذا؟
الجواب:
الحمد لله رب العالمين، وأصلي وأسلم على نبينا محمد وعلى آله وأصحابه أجمعين. العقيقة لا تشرع للميت، وإنما تشرع عند الولادة في اليوم السابع من ولادة الإنسان، يشرع لأبيه بتأكد أن يعق عن هذا الولد سواء كان ذكراً أم أنثى، لكن الذكر له عقيقتان، والأنثى لها عقيقه واحدة تذبح في اليوم السابع، ويؤكل منها، ويتصدق ويهدي،
📑 Disadur dari Fatawa Nur ala Ad-Darbi kaset 169
⏩|| Grup Whatsap Ma’had Ar-Ridhwan Poso
💽||_Join chanel telegram
http://telegram.me/ahlussunnahposo