🚦🚦🚦 HUKUM BERLEBIHAN DALAM BERMAIN SEPAK BOLA DAN YANG LAINNYA

🚦🚦🚦 HUKUM BERLEBIHAN DALAM BERMAIN SEPAK BOLA DAN YANG LAINNYA

Syaikh  Abdul Aziz bin Abdillah bin Baaz  rahimahullah.

Pertanyaan :

Jika alasan pengharaman permainan catur dan dadu adalah karena sangat melalaikan seorang muslim dari menjalankan ketaatan dan kewajiban sebagaimana disebutkan sebagian ulama, apakah dengan itu berarti bermain bola dengan segala sisinya juga haram karena dikiyaskan dengan catur? Dan jika disana ada seorang yg bermain bola, tapi tidak melalaikan dari ketaatan kepada Allah dan kewajiban, apa hukum hal itu?

Jawaban :

Segala yg melalaikan yg menghalangi dari mengingat Allah dan dari shalat itu dilarang hulumnya, baik permainan dadu, catur dan seluruh yang menyibukkan manusia dari menaati Allah, yg menghalangi mereka dari menaati Allah, yg melalaikan mereka dari apa yang Allah wajibkan atas mereka. Sesungguhnya Allah berfirman :

(یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوۤا۟ إِنَّمَا ٱلۡخَمۡرُ وَٱلۡمَیۡسِرُ وَٱلۡأَنصَابُ وَٱلۡأَزۡلَـٰمُ رِجۡسࣱ مِّنۡ عَمَلِ ٱلشَّیۡطَـٰنِ فَٱجۡتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمۡ تُفۡلِحُونَ ۝ إِنَّمَا یُرِیدُ ٱلشَّیۡطَـٰنُ أَن یُوقِعَ بَیۡنَكُمُ ٱلۡعَدَ ٰ⁠وَةَ وَٱلۡبَغۡضَاۤءَ فِی ٱلۡخَمۡرِ وَٱلۡمَیۡسِرِ وَیَصُدَّكُمۡ عَن ذِكۡرِ ٱللَّهِ وَعَنِ ٱلصَّلَوٰةِۖ فَهَلۡ أَنتُم مُّنتَهُونَ)

Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya minuman keras, berjudi, (berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah, adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah (perbuatan-perbuatan) itu agar kamu beruntung.
Dengan minuman keras dan judi itu, setan hanyalah bermaksud menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu, dan menghalang-halangi kamu dari mengingat Allah dan melaksanakan shalat, maka tidakkah kamu mau berhenti?
[QS. Al-Maidah 90-91]

Maka judi itu melalaikan, judi dengan uang itu melalaikan manusia. Jika ada satu permainan semisal judi yang mengakibatkan kelalaian, bermain catur dengan taruhan uang, bermain dadu dengan uang itu judi.
Jika bermain catur tanpa uang atau bermain kartu remi maka ini termasuk bab ini, melalaikan dan menyibukkan.

Demikian juga bermain sepak bola, jika para pemainnya itu sampai melalaikan dari shalat maka haram hukumnya. *Adapun jika seandainya ada satu kaum yang bermain bola pagi hari untuk berolah raga , menguatkan badan, dia menendang, menangkap dan memberi bola di waktu yang tidak mendekati waktu shalat, tidak menghalangi dari shalat atau dari kewajiban, maka hukum asalnya adalah boleh. Jika dilakukan di waktu yang tidak menghalangi dari mengingat Allah, atau menjalankan kewajiban, maka hukum asalnya adalah mubah.

Akan tetapi sekarang realitanya adalah para pelakunya wal-iyadzu billah, bermain bola menghalangi mereka dari segala kebaikan, menyibukkan mereka dari mengerjakan shalat, bukan hanya mereka saja, bahkan para penontonnya yang ada di rumah-rumah wal’iyadzu billah juga disibukkan dari shalat. Bermain bola menyibukkan mereka, yang di lapangan ataupun yang di rumah-rumah (dari shalat).

Maka yang nampak dari realitanya sekarang ini, sesungguhnya hukumnya haram, sesungguhnya termasuk kemungkaran, tidak boleh melakukannya selamanya. Karena bermain bola itu menghalangi dari mengingat Allah dan shalat. Menyibukkan mereka dan juga selain mereka dari shalat.

Terkadang mereka meninggalkan shalat ashar dan maghrib sekaligus karena perbuatan buruk ini, kemudian apa? Berapa nilainya sepak bola ini? Bernilai apanya?

Kalau syaitan tidak menghias-hiasi pelakunya, naam. Kalau seandainya mereka melakukannya di waktu yang tidak melalaikan mereka (dari shalat) niscaya kami tidak mengatakan akan haramnya.
Karena bola itu hanyalah permainan, tidak mengandung riba, judi. Akan tetapi sekarang keadaannya semakin bertambah, berlebih-lebihan dalam bermain bola, sampai wal’iyadzu billah menghalangi mereka dari melaksanakan dua kewajiban, shalat ashar dan maghrib. JIka mereka melakukannya di waktu ashar, ini adalah kemungkaran besar.

Kemudian yang hadir ratusan atau ribuan, semuanya sibuk dengannya. Mereka mengeluarkan uang untuk datang dan menyia-nyiakan shalat dengan para pemainnya.

Penanya :
Dan aurat (paha) juga tersingkap ?

Syaikh : Ini penyakit lain lagi. Jika nampak pahanya itu aurat, ini adalah kemungkaran lain lagi. Kita memohon taufiq kepada Allah untuk pemerintah, agar menghukum perbuatan ini dan melarangnya dengan tegas, jika tidak memungkinkan dilakukan di waktu khusus, yang tidak ada mudharat padanya dan tidak ada perkara yang menyelisihi perintah Allah.

https://tinyurl.com/2u2ap6y2

⏩|| Grup Whatsap Ma’had Ar-Ridhwan Poso

💽||_Join chanel telegram
http://telegram.me/ahlussunnahposo