Nasehat

ANCAMAN MENUNDA-NUNDA SHALAT

๐Ÿšฆ๐Ÿ˜ ANCAMAN MENUNDA-NUNDA SHALAT

Dari Anas radhiyallahu anhu, berkata Rasulullah shallallahu alaihi wasallam :

ุชู„ู’ูƒูŽ ุตู„ุงุฉู ุงู„ู…ู†ุงูู‚ู ุชู„ู’ูƒูŽ ุตู„ุงุฉู ุงู„ู…ู†ุงูู‚ู ูŠุฑู‚ุจู ุงู„ุดู‘ูŽู…ุณูŽ ุญุชู‰ ุฅุฐุงูƒุงู†ุช ุจูŠู†ูŽ ู‚ุฑู†ูŠ ุดูŠุทุงู†ู ู‚ุงู…ูŽ ูู†ู‚ุฑูŽ ุฃุฑุจุนู‹ุง ู„ุง ูŠุฐู’ูƒุฑู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ููŠู‡ุง ุฅู„ู‘ูŽุง ู‚ู„ูŠู„ู‹ุง.

“Itu adalah shalatnya seorang munafik,
Itu adalah shalatnya seorang munafik, Itu adalah shalatnya seorang munafik.
Dia menunda-nunda (shalat ashar) sampai matahari sudah berada diantara dua tanduk setan, diapun bangkit melakukan shalat dengan cepat, mematuk empat kali. Dia tidak berdzikir mengingat Allah, kecuali sedikit.”
(HR. Muslim 622)

โฉ|| Grup Whatsapp Ma’had Ar-Ridhwan Poso

๐Ÿ’ฝ||_Join chanel telegram
http://telegram.me/ahlussunnahposo