BEBERAPA BENTUK KEDUNGUAN DAN KEBODOHAN KAUM SYI’AH RAFIDHAH
🥀 🏘🌵 BEBERAPA BENTUK KEDUNGUAN DAN KEBODOHAN KAUM SYI’AH RAFIDHAH
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata dalam kitabnya yang agung, Minhaj al-Sunnah 1/13 :
Di antara kedunguan kaum Syi’ah Rafidhah adalah penggambaran orang-orang yang mereka benci, seperti mengambil seekor domba, mungkin domba merah, karena Aisyah disebut al-Humaira (yang kemerah-merahan), dan menganggapnya sebagai Aisyah. Kemudian mereka menyiksanya dengan mencabut bulunya dan hal-hal lain, meyakini ini sebagai hukuman untuk Aisyah.
Contoh lain adalah mereka mengambil kain pelana yang diisi dengan minyak samin, kemudian membelah perutnya, mengeluarkan minyak saminnya, dan meminumnya, sambil berkata, “Ini seperti menikam Umar dan meminum darahnya.”
Contoh lain adalah sebagian dari mereka menamai dua keledai yang digunakan untuk menggiling tepung, satu dengan nama Abu Bakar dan yang lainnya dengan nama Umar, lalu menghukum keledai-keledai itu, dengan alasan hukuman itu untuk Abu Bakar dan Umar.
Terkadang mereka bahkan menulis nama mereka (Abu Bakr dan Umar) di telapak kaki mereka. Beberapa gubernur akan memukul kedua kaki orang yang melakukan hal ini, sambil berkata, “Aku hanya memukuli Abu Bakr dan Umar, dan aku akan terus memukuli mereka sampai aku membunuh mereka.”
Sebagian dari mereka menamai anjing mereka dengan nama Abu Bakar dan Umar dan melaknatnya.
Sebagian lainnya, jika anjing mereka bernama “Bakir,” akan memukuli siapa saja yang melakukannya, dengan mengatakan, “Kau menamai anjingku dengan nama penghuni Neraka!”
Sebagian dari mereka mengagungkan Abu Lu’lu’ah Al-Majusi, seorang kafir yang merupakan budak sahabat Mughirah bin Syu’bah, ketika ia berhasil membunuh Umar. Mereka berteriak, “Telah terlampiaskan dendam dari Abu Lu’lu’ah!” Mereka mengagungkan seorang Majusi dan Kafir yang disepakati oleh umat Islam akan kekafirannya, hanya karena ia membunuh Umar radhiyallahu ‘anhu.
Di antara kebodohan mereka adalah praktik mereka mendirikan tempat-tempat keramat. Betapa sering mereka berbohong kepada manusia, mengklaim bahwa ada keluarga Nabi yg dimakamkan di tempat ini, terkadang sampai mengklaim bahwa ia telah dibunuh, dan kemudian mereka membangun tempat keramat tersebut. Atau terkadang itu adalah kuburan orang kafir atau orang lain, dan ini ditunjukkan oleh banyak tanda.
Sudah diketahui bersama, bahwa perbuatan menyiksa hewan yang diberi nama dengan nama semacam itu dan tindakan semisalnya, hanya dilakukan oleh orang-orang yang paling dungu dan paling bodoh.
Karena jelas bahwa jika kita menghukum Firaun, Abu Lahab, Abu Jahl, dan orang-orang lain yang kaum muslimin sepakat akan kafirnya dari kalangan orang yang paling kafir dengan hukuman seperti itu, itu akan menjadi puncak kebodohan, karena hal itu tidak ada gunanya.
Bahkan, jika seorang kafir dibunuh, yg diperbolehkan membunuhnya, atau jika ia meninggal secara alami, kita tidak diperbolehkan memutilasi tubuhnya setelah kematiannya. Perutnya tidak boleh dibelah, hidungnya atau telinganya tidak boleh dipotong, dan tangannya tidak boleh dipotong, kecuali jika dilakukan sebagai pembalasan setimpal.
Telah tetap dalam Shahih Muslim dan sumber-sumber lain, berdasarkan riwayat Buraidah, bahwa ketika Nabi ﷺ mengutus seorang komandan untuk pasukan kecil, beliau menasihatinya secara pribadi untuk bertakwa kepada Allah Ta’ala dan memperlakukan dengan baik kaum muslimin yg ada di bawah komandonya, beliau bersabda :
اغزوا في سبيل الله، قاتلوا من كفر بالله، ولا تغلوا، ولا تغدروا، ولا تمثّلوا، ولا تقتلوا وليدًا
“Berjihadlah di jalan Allah, perangilah orang-orang yang kafir kepada Allah, dan janganlah mencuri ghanimah, janganlah melanggar perjanjian, dan janganlah memutilasi jasad musuh, janganlah membunuh anak-anak.”
📑 Ilhaad Al-Khumaini fi Ardhil Haramain 41-43 karya Syaikh Muqbil Al-Wadi’i rahimahullah
⏩|| Saluran Whatsap Ma’had Ar-Ridhwan Poso
https://chat.whatsapp.com/EDSPbabz7ZjD7HwNvYWslK
💽||_Join chanel telegram
http://telegram.me/ahlussunnahposo