WAJIBNYA MEMULIAKAN DAN MENGHORMATI AHLUL BAIT RASULULLAH ﷺ..
📬🏘📚 WAJIBNYA MEMULIAKAN DAN MENGHORMATI AHLUL BAIT RASULULLAH ﷺ..
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah
Ahlussunnah wal jama’ah mereka mencintai ahlul bait Rasulullah ﷺ dan berloyalitas kepada mereka serta selalu menjaga wasiat Rasulullah ﷺ terkait mereka. Tatkala Rasulullah ﷺ bersabda saat peristiwa Ghadirkham :
وأذكركم الله في أهل بيني.
“Dan aku peringatkan kalian atas nama Allah untuk berbuat baik kepada Ahlul bait ku (keluargaku).”
[HR. Muslim]
Beliau juga bersabda kepada Abas paman beliau, tatkala Abbas mengadu kepada Beliau, tatkala sebagian Quraisy ada yang bersikap keras kepada Bani Hasyim. Maka beliau bersabda :
إن الله اصطفى بني إسماعيل واصطفى من بني إسماعيل كنانة واصطفى من كنانة قريشاً واصطفى من قريش بني هاشم واصطفاني من بني هاشم
“Sesungguhnya Allah telah memilih keturunan Ismail, dan memilih Kinanah diantara keturunan Ismail, dan memilih Quraisy dari Bani Kinanah, dan memilih Bani Hasyim dari Suku Quraisy, dan memilih aku dari Bani Hasyim.”
[HR. Ahmad]
✍ Syaikh Shalih Al-Fauzan berkata :
Syaikhul Islam rahimahullah menjelaskan dalam bagian ini, tentang kedudukan Ahlil Bait (keluarga Nabi) di sisi Ahlussunnah wal jama’ah, dan bahwa mereka mencintai Ahlul bait Rasulullah ﷺ.
Keluarga Nabi (ahlul bait) disini adalah semua orang yang diharamkan sedekah tas mereka, yaitu :
▪️Keluarga Ali
▪️Keluarga Ja’far,
▪️Keluarga Aqil,
▪️Keluarga Abbas,
▪️Keturunan Al-Harith bin Abdil Mutthalib
▪️ Para Istri Nabi ﷺ
▪️ Serta para putri Nabi ﷺ termasuk dalam Ahlul bait,
Hal ini sebagaimana firman Allah Taala :
إِنَّمَا يُرِيدُ ٱللَّهُ لِيُذۡهِبَ عَنكُمُ ٱلرِّجۡسَ أَهۡلَ ٱلۡبَيۡتِ وَيُطَهِّرَكُمۡ تَطۡهِيرٗا.
“Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa-dosa dari kalian, wahai Ahlulbait dan membersihkan kalian dengan sebersih-bersihnya.”
[QS Al-Ahzab: 33]
Maka Ahlussunnah wal jama’ah mencintai, menghormati, dan memuliakan mereka karena ini adalah bagian dari menghormati dan memuliakan Nabi ﷺ dan karena Allah dan Rasul-Nya memerintahkan hal ini. Allah Yang Maha Kuasa berfirman:
قل لا أسألكم عليه أجراً إلا المودة في القربي.
“Katakanlah wahai Nabi: ‘Aku tidak meminta imbalan apa pun dari kalian kecuali agar kalian menyayangi kerabat dekat-Ku’.
[QS. As-Syuura 23]
Di sana ada juga dalil-dalil dari Sunnah yang mendukung hal ini, termasuk yang disebutkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah.
Hak-hak ini berlaku jika mereka istiqamah dan mengikuti Sunnah Rasulullah ﷺ, seperti halnya para pendahulu mereka, seperti Al-Abbas dan putra-putranya, dan Ali dan putra-putranya.
Akan tetapi, apabila mereka menyimpang dari Sunnah dan tidak istiqamah dalam agamanya tidak boleh dicintai, meskipun mereka berasal dari keluarga Nabi ﷺ.
📑 Syarh Al-Aqidah Al-Wasithiyyah 148
⏩|| Saluran Whatsap Ma’had Ar-Ridhwan Poso
https://chat.whatsapp.com/EDSPbabz7ZjD7HwNvYWslK
💽||_Join chanel telegram
http://telegram.me/ahlussunnahposo