Aqidah

MAKNA TAUHID

🚦📚🌻 MAKNA TAUHID

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah :

“Makna Tauhid secara bahasa diambil dari Mashdar (kata benda verbal) dari kata kerja Wahhada yuwahhidu, yang berarti menjadikan sesuatu satu.’
Tauhid tidak bisa terwujud kecuali dengan nafi (meniadakan) dan itsbat (menetapkan).

Maksudnya meniadakan hukum ketuhanan dari segala yang selain Zat yang diEsakan, dan hanya menetapkannya untukNya.

Misalnya, kita katakan bahwa Tauhid seseorang tidak sempurna sampai dia bersaksi akan لا أله ألا الله,  bahwa tidak ada Tuhan Yang berhak diibadahi kecuali Allah.

Sehingga ia meniadakan (menolak) peribadatan kepada segala yg selain Allah Azza wa Jalla, dan menetapkannya hanya untuk Allah.

Ini karena menafikan saja berarti penolakan secara keseluruhan, sedangkan menetapkan saja, maka tidak menghalangi yang lain untuk bersekutu dalam hukum tersebut.

Misalnya, jika engkau mengatakan, ‘Si fulan sedang berdiri,’ berarti engkau telah menetapkan bahwa dia sedang berdiri, tetapi engkau tidak mengkhususkannya dengan sifat ini, karena mungkin ada orang lain juga bersekutu dalam posisi berdiri ini.

Dan jika engkau mengatakan, ‘Tidak ada yang berdiri,’ engkau telah meniadakannya secara murni dan tidak menetapkan posisi berdiri bagi siapa pun.

Namun jika engkau mengatakan, ‘Tidak ada yang berdiri kecuali Zaid,” maka engkau telah mengkhususkan Zaid dengan berdiri, tatkala engkau menafikan berdirinya selain Zaid .

Inilah realisasi Tauhid yang sesungguhnya, artinya Tauhid tidaklah benar sampai mencakup dua hal menafikan dan menetapkan. [Yakni menolak semua peribadatan kepada selain Allah dan menetapkan peribadatan untuk Allah saja]

📑 Majmu’ Al-Fatawa 1/17

⏩|| Saluran Whatsap Ma’had Ar-Ridhwan Poso
https://chat.whatsapp.com/EDSPbabz7ZjD7HwNvYWslK

💽||_Join chanel telegram
http://telegram.me/ahlussunnahposo