APAKAH MAYIT MENGENALI SEORANG YANG MENZIARAHI KUBURNYA DAN MENJAWAB SALAMNYA?

🍃🌻 APAKAH MAYIT MENGENALI SEORANG YANG MENZIARAHI KUBURNYA DAN MENJAWAB SALAMNYA?

Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baaz rahimahullah

Pertanyaan :

Sesungguhnya ayahku meninggal 10 tahun yang lalu dan saya selalu menziyarahi kuburannya untuk mengucapkan salam kepadanya, mendoakannya, disaat ziarah. Akan tetapi sebagian orang berkata, sesungguhnya orang yang sudah mati tidak akan mendengar orang masih hidup. Pertanyaannya, apakah ketika saya berziarah sejak ia wafat untuk mengucapkan salam kepadanya, apakah dia mendengarkan perkataanku dan menjawab salamku? berikan kami faedah. semoga anda dapat pahala.

Jawaban :

Dan ziarah kubur itu perkara yang disyaratkan bagi dirimu. Rasulullah ﷺ bersabda :

زوروا القبور فإنها تذكركم الآخرة

“Hendaknya kalian berziyarah kubur, karena hal itu akan mengingatkan kalian dengan alam akhirat.”

Maka disunnahkan ziarah kubur, mengucapkan salam kepada mayit dan mendoakan mereka. Dan Nabi ﷺ mengajari para sahabatnya untuk berziarah kubur.
Hukumnya sunnah berziarah kubur, hendaknya engkau mengucapkan salam kepada bapakmu dan mendoakannya.

Adapun keadaannya dia mendengar perkataanamu atau mengetahui ziarahmu, hal ini diserahkan kepada Allah.

Dalam hal ini tidak ada satupun hadits yang shahih yang menunjukkan bahwanya dia mendengar perkataanmu dan mengetahui kunjunganmu.
Akan tetapi dia akan mengambil manfaat dengan ziarahmu, mengambil manfaat dengan doamu, apabila engkau mendoakannya di rumah, di mesjid atau ketika berziarah kubur atau di tempat mana pun.
Doa memiliki manfaat yang sangat besar.

Engkau bersedekah atas nama dia juga demikian, menghajikannya dan mengumrohkannya, menyembelihhkan kurban untuknya, ini semuanya sesuatu akan bermanfaat.

Adapun keadaannya dia mengetahui dirimu, mendengar perkataanmu, maka ini diserahkan pada Allah, Allah yang lebih mengetahuinya.

Pada sebagian hadits terdapat riwayat, akan tetapi dalam sanadnya ada kelemahan. Sesungguhnya Nabi ﷺ bersabda :

“Tidaklah ada seorang hamba yang mengunjungi seseorang yang dia mengenalinya didunia lalu dia mengucapkan salam kepadaannya, kecuali Allah akan kembalikan ruhnya, sehingga dia menjawab salam.”

Akan tetapi dalam sanadnya ada kritikan.

📑 Fatawa Nur ‘ala Ad-Darbi 14/440

⏩|| Grup Whatsap Ma’had Ar-Ridhwan Poso

💽||_Join chanel telegram
http://telegram.me/ahlussunnahposo