Sirah Salaf

CERMINAN PARA SALAF DALAM MENGKHATAMKAN AL-QURAN DALAM SHALAT-SHALAT SUNNAH

⏱🕌📌  CERMINAN PARA SALAF DALAM MENGKHATAMKAN AL-QURAN DALAM SHALAT-SHALAT SUNNAH

Dari Hisyam bin Hasan, ia berkata: “Aku biasa shalat berjamaah dengan Manshur bin Zadzan. Ia mengkhatamkan Al-Qur’an antara shalat Zhuhur dan Ashar, dan ia mengkhatamkannya antara shalat Maghrib dan Isya. Ia berdiri di depan sebuah tiang, mengerjakan shalat, dan mengkhatamkan Al-Qur’an. Ia menangis dan mengusap matanya dengan sorbannya, terus menerus membasahi sorbanya sampai basah semuanya dengan air matanya. Kemudian ia membungkusnya dan meletakkannya di arah depannya.”

Shalih bin ‘Umar berkata: “Al-Hasan duduk bersama para sahabatnya dan tidak bangun sampai Manshur bin Zadzan mengkhatamkan Al-Qur’an.”

Ada seorang syaikh tua dari daerah Wasit, yang kunyahnya Abu Said merupakan tetangga Mansur bin Zadzan. Ia berkata: “Suatu hari aku melihat Mansur berwudhu. Setelah selesai, matanya berkaca-kaca, dan ia mulai menangis hingga suaranya meninggi. Aku bertanya: ‘Semoga Allah merahmatimu, ada apa denganmu?’
Ia berkata: ‘Apa yang lebih besar dari urusanku? Aku ingin (shalat) berdiri di hadapan Allah yang tidak pernah mengantuk atau tidur, semoga Dia berpaling dariku!’
Demi Allah, kata-kata orang ini membuatku menangis.”

‘Amr bin ‘Aun berkata: Aku mendengar Hisyam berkata: Adalah Mansur bin Zadzan mengerjakan shalat subuh menggunakan wudhu shalat Isya’ selama dua puluh tahun.

Abu ‘Awanah meriwayatkan: Seandainya dikatakan kepada Mansur bin Zadzan :
“Kamu akan mati hari ini atau besok, dia tidak memiliki lagi tambahan amalan lagi.”

Hisyam berkata: “Seandainya dikatakan kepada Mansur bin Zadan : Sesungguhnya Malaikat Maut sudah ada di depan pintunya, ia tidak akan melakukan lebih banyak amal shaleh lagi.

Yang demikian ini karena ia akan keluar dan shalat subuh berjamaah. Kemudian ia akan duduk bertasbih hingga matahari terbit, lalu mengerjakan shalat sunnah hingga matahari tergelincir, lalu mengerjakan shalat zhuhur, lalu mengerjakan  shalat sunnah hingga tiba waktu ashar, lalu mengerjakan shalat ashar, lalu ia akan duduk. Ia menjalankan shalat sunnah hingga matahari terbenam, kemudian ia mengerjakan shalat Magrib, kemudian shalat Isya, kemudian pulang ke rumah dan menuliskan kisahnya pada waktu itu.”

📑 Shifat Ash-Shafwah 2/7

⏩|| Saluran Whatsap Ma’had Ar-Ridhwan Poso
https://chat.whatsapp.com/EDSPbabz7ZjD7HwNvYWslK

💽||_Join chanel telegram
http://telegram.me/ahlussunnahposo