Adab & Akhlaq

HENDAKNYA KITA MALU KEPADA ALLAH DENGAN SEBENAR-BENAR MALU.

🍃🌻 HENDAKNYA KITA MALU KEPADA ALLAH DENGAN SEBENAR-BENAR MALU.

Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:

استحيوا من الله حق الحياء. قال: قلنا: يا رسول الله، إنا نستحي والحمد لله، قال: ليس ذاك، ولكن الاستحياء من الله حق الحياء أن تحفظ الرأس وما وعى، والبطن وما حوى، ولتذكر الموت والبلى، ومن أراد الآخرة ترك زينة الدنيا، فمن فعل ذلك استحيا من الله حق الحياء”.

Hendaknya kalian malu kepada Allah dengan sebenar-benar malu. Para sahabat berkata : Wahai Rasulullah kami sudah malu kepada Allah, walhamdulillah.
Rasulullah ﷺ berkata : Bukan itu yang dimaksud. Akan tetapi yang dimaksud dengan malu kepada Allah dengan sebenar-benar malu adalah :

▪️ Hendaknya engkau menjaga kepala dan segala anggota badan yang ada di kepala,
▪️Menjaga perut dan segala yang berkaitan dengannya,
▪️ Engkau mengingat kematian dan engkau akan sirna dimakan tanah.
▪️ Dan barang siapa yang menginginkan akhirat niscaya ia akan meninggalkan dunia.

Dan barang siapa yang melakukan hal itu, berarti dia telah malu kepada Allah dengan sebenar-benar malu.”

[HR. Tirmidzi dan dihasankan Al-Albani.]

Al-Mubaarakfuri rahimahumullah berkata:

▪️ Menjaga kepala maknanya, menjaga kepala dari perkara yang selain ketaatan kepada Allah, seperti jangan sujud kepada selain Allah, jangan tunduk kepada selain Allah, jangan mengangkat kepala karena sombong.
Menjaga kepala dan segala isinya, yaitu segala yang terkumpul di kepala, seperti menjaga lisan, mata dan telinga dari perkara yang haram.

▪️ Menjaga perut dari makanan haram. Menjaga perut dari perkara yang berkaitan dengannya, seperti kemaluan, dua kaki, dua tangan, hati. Karena anggota tubuh tadi punya kaitan erat dengan perut. Maka menjaganya itu dengan tidak memakainya untuk bermaksiat, akan tetapi memanfaatkannya untuk mencari ridha Allah.

▪️ Mengingat mati dan akan sirna dimakan tanah, engkau mengingat jika engkau sudah tercabik-cabik jadadnya dikubur menjadi tulang belulang yang hancur.
Maka barang siapa yang menginginkan akhirat niscaya dia akan meninggalkan perhiasan dunia. Karena keduanya tidak akan berkumpul secara sempurna sekalipun pada orang-orang kuat iman.

📑 Tuhfatul Ahwadzi 7/131

⏩|| Saluran Whatsap Ma’had Ar-Ridhwan Poso
https://chat.whatsapp.com/EDSPbabz7ZjD7HwNvYWslK

💽||_Join chanel telegram
http://telegram.me/ahlussunnahposol