HUKUM MEMBACA KITAB-KITAB TERDAHULU SEPERTI TAURAT DAN INJIL
🔐📓🔍HUKUM MEMBACA KITAB-KITAB TERDAHULU SEPERTI TAURAT DAN INJIL
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah
Pertanyaan:
Semoga Allah berlaku Ihsan kepada anda, Apa hukum membaca kitab-kitab samawi dalam keadaan kita sudah tahu kalau kitab tersebut sudah diselewengkan dan dirubah?
Jawaban :
◾️ Pertama : Yang wajib kita ketahui, bahwasanya di sana sudah tidak ada lagi Kitab samawi yang kita beribadah kepada Allah dengan membacanya, dan di sana tidak ada Kitab samawi yang seorang beribadah kepada Allah dengan syariat yang ada di dalamnya kecuali satu kitab saja, yakni Al-Qur’an.
Maka tidak halal bagi siapapun untuk menelaah kitab Injil atau Kitab Taurat, telah diriwayatkan dari Nabi ﷺ, ketika beliau melihat Umar bin Al-Khattab membawa lembaran taurat, maka beliau marah, lalu beliau bersabda :
أفي شكٍ أنت يا ابن الخطاب
“Apakah engkau masih ragu wahai putra Al-Khattab?”
Hadits ini perlu dilihat keshahihannya, akan tetapi memang benar bahwasanya tidak boleh untuk mengambil petunjuk kecuali dengan Al-Qur’an.
◾️ Kemudian kitab-kitab ini yang ada di tangannya orang-orang Nasrani atau orang Yahudi sekarang, apakah betul-betul dia diturunkan dari atas langit? Sesungguhnya mereka telah menyelewengkan, mengganti dan merubah isinya. Maka tidak bisa dipercaya apa yang ada di tangan mereka.
◾️ Kemudian seluruh kitab-kitab yang terdahulu itu telah dihapus dengan Al-Qur’an, maka kita tidak memerlukan itu secara mutlak.
◾️ Kemudian kalau seandainya ada seorang penuntut ilmu yang ia punya semangat beragama dan dia memiliki pengetahuan ilmu, kemudian dia ingin menelaah kitab-kitab Yahudi dan Nasrani untuk membantah mereka, maka ini tidak mengapa.
Adapun orang-orang awam, maka saya tidak membolehkannya.
◾️ Dan wajib bagi setiap orang yang melihat kitab-kitab ini untuk membakarnya. Orang-orang Nasrani yg semoga Allah laknat sampai hari kiamat, mereka sekarang menyebarkan di tengah-tengah manusia apa yang mereka namakan dengan injil dalam bentuk sangat mirip mushaf Al-Qur’an, mereka juga membuat pemisah-pemisah seperti pemisah-pemisah surat dalam Al-Qur’an.
Dan orang yang tidak mengetahui mushaf seperti seorang muslim yg tidak bisa membaca Al-Qur’an, jika melihat Injil ini, dia akan mengira adalah Al-Qur’an. Ini semua adalah keburukan dan makar mereka kepada Islam. Apabila engkau melihat wahai saudaraku muslim seperti ini, maka segeralah engkau membakarnya, maka engkau akan mendapatkan pahala karena ini adalah dalam rangka untuk membela Islam.
📑 Sumber : Fatawa Akidah dari situs resmi Syaikh rahimahumullah.
⏩|| Saluran Whatsap Ma’had Ar-Ridhwan Poso
https://chat.whatsapp.com/EDSPbabz7ZjD7HwNvYWslK
💽||_Join chanel telegram
http://telegram.me/ahlussunnahposo