Quran & Hadits

ADAB-ADAB DALAM MEMBACA AL-QURAN

🎙📖📌 ADAB-ADAB DALAM MEMBACA AL-QURAN

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah
(bagian kedua-selesai)

7⃣ Dan di antara adab membaca Al-Quran adalah hendaknya memperbagus suaranya ketika membaca Al-Quran dengan menyenandungkannya.
Berdasarkan hadits riwayat Shahihain dari Abu Hurairah, Nabi ﷺ bersabda :

ما أذِنَ اللهُ لشيءٍ كما أذِنَ لنبيٍّ حسنِ الصوتِ يتغنَّى بالقرآنِ يجهرُ به.

“Allah tidak mengizinkan memperdengarkan sesuatu  sebagaimana mengizinkan NabiNya memperbagus suara dengan menyenandungkan Al-Quran dan mengeraskannya.”
[HR. Bukhari Muslim]

Dan dalam riwayat Shahihain juga dari Jubair bin muth’im radhiyallahu ‘anhu berkata :

“Aku pernah mendengar Rasulullah ﷺ membaca dalam shalat magrib surat At-Thuur, aku tidaklah mendengar seorang pun yang lebih merdu suaranya dan bacaannya daripada beliau.”

Akan tetapi apabila di sekelilingnya ada orang yang merasa terganggu dengan bacaannya yang keras, seperti orang tidur, orang shalat dan semisalnya, maka sesungguhnya tidak perlu dikeraskan bacaan Al-Qurannya. Karena Nabi ﷺ pernah menegur manusia ketika mereka shalat dan mengeraskan bacaan Al-Qurannya, maka Nabi ﷺ bersabda :

كلّكم يناجي ربَّه ، فلا يجهر بعضُكم على بعض

“Setiap dari kalian itu sedang bermunajat dengan Rabbnya, maka janganlah sebagian kalian mengeraskan bacaan Al-Quran atas selainnya.”
[HR. Malik]

8⃣ Dan diantara adabnya juga adalah hendaknya membaca Al-Quran dengan tartil, berdasarkan firman Allah :

وَرَتِّلِ ٱلۡقُرۡءَانَ تَرۡتِیلًا

“Dan bacalah Al-Quran dengan Tartil.”
[QS. Al Muzammil 4]

Maka membaca Al-Quran itu dengan pelan-pelan tidak tergesa-gesa, karena hal itu akan lebih membantu untuk bisa menghayati makna-maknanya, dan bisa menunaikan hak huruf-huruf dan lafadznya.

Dalam shahih Bukhari dari Anas radhiyallahu anhu, ketika ditanya : Bagaimana cara membacanya Nabi ﷺ? Anas menjawab : Bacaannya dengan mad, lalu ia membaca : بسم الله dengan mad, lalu membaca الرحمن dengan mad, dan membaca الرحيم dengan mad.
Dan Ummu Salamah radhiyallahu ‘anhaa pernah ditanya, bagaimana cara bacanya Nabi ﷺ? Ia menajwab :
Dahulu beliau membaca memotong setiap ayat demi ayat.
بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِیمِ
ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَـٰلَمِینَ
ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِیمِ
مَـٰلِكِ یَوۡمِ ٱلدِّینِ
[HR. Ahmad Abu Dawud dan Tirmidzi]

Ibnu Masud radhiyallahu anhu berkata :
“Janganlah kalian membaca Al-Quran dengan cepat. Bacalah dengan pelan. Hendaknya kalian berhenti saat membaca keajaiban Al-Quran dan gerakkan hati-hati kalian dengan itu. Janganlah tujuan kalian adalah cepat selesai di akhir surat.”

Dan tidak mengapa membaca Al-Quran dengan cepat selama  tidak mencacati lafazh atau tidak menggugurkan sebagian huruf, seperti meng-idgham yang tidak boleh di-idgham. Kalau ada cacat maka hukumnya haram karena itu berarti merubah Al-Quran.

9⃣ Diantara adabnya juga hendaknya dia melakukan sujud tilawah apabila melewati ayat-ayat sajdah dalam keadaan dia berwudhu, kapan saja, baik malam atau siang. Lalu dia bertakbir untuk sujud lalu dia membaca :

سبحان ربي الأعلى

Lalu berdoa, kemudian bangkit dari sujud tanpa bertakbir, tanpa salam karena hal itu tidak pernah diriwayatkan dari Nabi ﷺ. Kecuali kalau sujud tilawahnya itu di saat shalat maka semuanya hendaknya dia bertakbir ketika hendak sujud dan ketika bangkit.
Berdasarkan hadits Abu Hurairah radhiyallahu anhu,
Sesungguhnya ia selalu bertakbir dalam shalat setiapkali turun ataukah bangkit, lalu ia berkata, bahwasanya Nabi ﷺ melakukan demikian.”
[HR. Muslim]
Ini berlaku umum dalam sujud shalat, termasuk sujud tilawah.

Inilah sebagian adab-adab membaca Al-Quran.
Hendaknya kalian berhias dengannya dan bersemangat dan berharap pahala dari Allah.

Ya Allah jadikanlah kami termasuk orang yang mengagungkan kehormatanMu, yang berhasil meraih pemberianMu, yang mewarisi surgaMu, ampunilah kami, orang tua kami dan kaum muslimin.

📑 Majaalis Syahr Ramadhan 151-153

⏩|| Saluran Whatsap Ma’had Ar-Ridhwan Poso
https://chat.whatsapp.com/EDSPbabz7ZjD7HwNvYWslK

💽||_Join chanel telegram
http://telegram.me/ahlussunnahposo