ADAB-ADAB DALAM MEMBACA AL-QURAN
🎙📖📌 ADAB-ADAB DALAM MEMBACA AL-QURAN
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah
(bagian pertama)
1⃣ Diantara adab dalam membaca Al-Quran adalah mengikhlaskan niat karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala, karena membaca Al-Quran adalah bagian dari ibadah yang sangat agung, sebagaimana yang telah berlalu. Allah Taala berfirman :
“Maka beribadahlah kalian kepada Allah dengan mengikhlaskan agama untukNya.”
[QS. Az-Zumar 2]
Allah Taala juga berfirman :
“Tidaklah mereka diperintah kecuali agar mereka beribadah kepada Allah dengan mengikhlaskan agama untukNya.”
[QS. Al-Bayyinah 5]
Rasulullah ﷺ bersabda :
“Bacalah Al-Quran oleh kalian dan hendaknya dan mengharapkan wajah Allah dengannya, sebelum datang suatu kaum yang mereka membaca Al-Quran seperti meluruskan anak panah. Mereka bersegera ingin mendapat balasan dunia dan mereka tidak mau mencari pahala akhirat.”
[HR. Ahmad]
2⃣ Kemudian di antara adabnya juga : membaca Al-Quran dengan hati yang hadir, menghayatinya, membaca Al-Quran dengan berusaha memahami makna-maknanya, khusyuk hati ketika membacanya, menghadirkan hati, merasa seolah Allah sedang berbicara dengannya melalui Al-Quran. Karena Al-Quran adalah ucapan Allah.
3⃣ Diantara adabnya juga adalah, hendaknya membaca Al-Quran dalam keadaan bersuci, karena ini termasuk mengagungkan Kalamullah. Jangan membaca Al-Quran ketika junub sampai dia mandi kalau dia bisa menggunakan air. Atau bertayamum kalau tidak bisa menggunakan air, karena sakit atau karena yang lainnya.
Dan orang yang junub boleh berdzikir atau berdoa dengan yang mencocoki Al-Quran selama dia tidak niatkan membaca Al-Quran.
4⃣ Diantara adabnya juga bahwasanya janganlah membaca Al-Quran di tempat-tempat yang kotor atau di perkumpulan yang bacaannya tidak didengarkan. Karena membaca Al-Quran di tempat seperti itu berarti menghinakan Al-Quran.
5⃣ Tidak boleh juga untuk membaca Al-Quran di WC atau semisalnya, karena itu tidak pantas untuk membaca Al-Quran.
6⃣ Diantara adabnya juga hendaknya membaca Ta’awudz (perlindungan kepada Allah) dari syaitan yang terkutuk ketika hendak membaca Al-Quran. Allah berfirman :
فَإِذَا قَرَأۡتَ ٱلۡقُرۡءَانَ فَٱسۡتَعِذۡ بِٱللَّهِ مِنَ ٱلشَّيۡطَٰنِ ٱلرَّجِيمِ
“Maka apabila engkau hendak membaca Al-Qur`ān, mohonlah perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk.”
[QS. An-Nahl: 98]
Agar setan tidak menghalangi dirinya dari membaca Al-Quran atau dari menyempurnakannya. Adapun baca Basmalah, kalau seandainya dia memulai bacaannya di tengah surat maka dia tidak perlu membaca basmalah, kalau seandainya dia membaca di awal surat maka hendaknya dia membaca basmalah. Kecuali pada surat At-Taubah karena sesungguhnya tidak ada di awalnya membaca basmalah, karena dulu para sahabat terasa bingung di saat menulis mushaf Al-Quran, apakah surat At-Taubah itu surat tersendiri ataukah kelanjutan dari surat Al-Anfal? Maka mereka memisahkan keduanya dengan tanpa basmalah.
📑 Majaalis Syahr Ramadhan 149-151
⏩|| Saluran Whatsap Ma’had Ar-Ridhwan Poso
https://chat.whatsapp.com/EDSPbabz7ZjD7HwNvYWslK
💽||_Join chanel telegram
http://telegram.me/ahlussunnahposo