BARANG SIAPA YANG INGIN DIBEBASKAN DARI NERAKA DI HARI ARAFAH, HENDAKNYA MENJAGA AMALAN BERIKUT
🏘🚦 BARANG SIAPA YANG INGIN DIBEBASKAN DARI NERAKA DI HARI ARAFAH, HENDAKNYA MENJAGA AMALAN BERIKUT
Al-Hafizh Ibnu Rajab al-Hambali rahimahullah
Barang siapa yang sangat menginginkan untuk dibebaskan dari api neraka untuk mendapatkan ampunan dari dosa-dosanya di hari Arafah, maka hendaknya dia menjaga sebab-sebab yang diharapkan dengannya dia akan dibebaskan dari api neraka dan mendapatkan ampunan :
1⃣ Berpuasa di hari Arafah dalam hadits Abu Qatadah radhiyallahu ‘anhu :
“Sesungguhnya Rasulullah ﷺ pernah ditanya tentang keutamaan puasa Arafah (puasa tgl 9 Dzulhijjah), maka beliau menjawab :
“Bisa menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.”
[HR. Muslim.]
2⃣ Menjaga anggota badannya dari hal yang diharamkan di hari Arafah. Dalam musnad Imam Ahmad dari Ibnu Abbas dari Nabi ﷺ :
“Hari Arafah adalah hari yang barang siapa yang menjaga pendengarannya, penglihatannya dan lisannya, dia akan diampuni dosa-dosanya.”
3⃣ Hendaknya dia memperbanyak syahadat tauhid dan mengikhlaskannya dengan kejujuran, karena sesungguhnya itu adalah dasar pondasi agama yang Allah menyempurnakannya di hari Arafah.
Dari Abdullah bin Amr radhiyallahu anhuma, dahulu doa yang paling sering dibaca Nabi ﷺ pada hari Arafah :
لا إلهَ إلاَّ اللَّه وحْدهُ لاَ شَرِيكَ لهُ، لَهُ المُلْكُ، ولَهُ الحمْدُ، بيده الخير وَهُو عَلَى كُلِّ شَيءٍ قَدِيرٌ
“Lailahaillallahu wahdahuu laa syariikalahu lahul mulku walahul hamdu biyadihil khairu wahuwa ‘alaa kulli syai’in qadiir.”
[HR. Ahmad 2/210.]
Dalam lafazh lain :
“Sebaik-baik doa adalah doa hari Arafah, dan sebaik-baik apa yang aku baca, aku dan para Nabi sebelumku :
لا إلهَ إلاَّ اللَّه وحْدهُ لاَ شَرِيكَ لهُ، لَهُ المُلْكُ، ولَهُ الحمْدُ، وَهُو عَلَى كُلِّ شَيءٍ قَدِيرٌ
“Lailahaillallah wahdahuu laa syariikalahu lahul mulku walahul hamdu wahuwa ‘alaa kulli syai’in qadiir.”
[HR. Tirmidzi 35857]
Dan Imam Ahmad juga meriwayatkan dari Zubair bin awwam aku mendengar Rasulullah ketika beliau berada di Arafah belum membaca ayat :
شَهِدَ ٱللَّهُ أَنَّهُۥ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ وَٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ وَأُوْلُواْ ٱلۡعِلۡمِ قَآئِمَۢا بِٱلۡقِسۡطِۚ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡحَكِيمُ
“Allah menyatakan bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Dia; (demikian pula) para Malaikat dan orang berilmu yang menegakkan keadilan, tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Dia, Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.”
[QS. Ali Imran 18]
Kemudian beliau mengatakan :
“Dan aku menyaksikan atas hal itu juga wahai Rabbku.”
Maka mengamalkan kalimat tauhid itu mengharuskan seseorang dibebaskan dari api neraka, karena pahala membaca kalimat tersebut itu setara dengan membebaskan budak dan membebaskan budak itu mengharuskan seorang terbebas dari neraka.
4⃣ Di antara amalan tersebut adalah membebaskan budak, jika mampu. Karena barangsiapa yang membebaskan budak yang beriman Allah akan bebaskan dia dari setiap persendian budak tersebut, persendian dia dibebaskan dari api neraka.
Dahulu Hakim bin Hizam radiyallahu ‘anhu ketika wukuf di Arafah beliau membawa 100 ekor unta dan 100 orang budak, lalu beliau membebaskan budaknya. Maka manusia semuanya berteriak menangis dan berdoa sambil mengatakan:
“Wahai Rabb kami, ini hambaMu telah membebaskan budak-budaknya, dan kami semua adalah hambaMu, maka bebaskanlah kami dari api neraka.”
5⃣ Memperbanyak doa dan memohon ampunan agar dibebaskan dari api neraka karena itu adalah waktu yang sangat diharapkan terkabulnya doa. Diantara doanya Ali bin Abi Talib radhiyallahu anhu :
اللهُمٌَ أًعْتِقْ رًقَبَتِيْ مِنَ النٌاَرِ وَأَوْسِعْ لِيْ مِنَ الرٌِزْقِ الحَلاَلِ وَاصْرِفْ عَنٌِيْ فَسَقَةَ الْجِنٌِ وَالْإِنْسِ
Artinya:
“Ya Allah bebaskan leherku dari neraka, dan lapangkanlah bagiku rezeki halal, palingkanlah dariku orang-orang fasiq dari kalangan jin dan manusia.”
📑 Lathaaif Al-Maarif 492-494 (dengan sedikit perubahan)
⏩|| Grup Whatsap Ma’had Ar-Ridhwan Poso
💽||_Join chanel telegram
http://telegram.me/ahlussunnahposo