JIKA KHOTIB JUMAT BATAL WUDHUNYA SAAT BERKHUTBAH
📢 🚦📚 JIKA KHOTIB JUMAT BATAL WUDHUNYA SAAT BERKHUTBAH
Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baaz rahimahumullah
Pertanyaan:
Jika wudu sang khatib batal saat berada di atas mimbar, apa yang harus ia lakukan?
Jawaban:
Jika hal itu terjadi Jumat, ia sebaiknya turun selepas khotbah, lalu berwudu, lalu memimpin shalat.
Ia sebaiknya menyelesaikan khotbahnya—karena bersuci dari hadats itu bukanlah syarat sahnya khotbah—dan setelah khotbah selesai, ia bisa berwudhu lalu mengimami shalat jumat, atau menunjuk pengganti dirinya untuk mengimami shalat tatkala ia pergi berwudhu.
Mengingat khutbah tidak dipersyaratkan suci dari hadats, ia bisa menyelesaikan khutbahnya; ia tidak harus dalam keadaan suci dari hadats. Setelah khutbah, ia bisa berwudhu, kembali, dan mengimami shalat jumat.
Apabila ia menunjuk orang lain untuk mengimami shalat agar tidak menunda waktu bagi jamaah, tatkala ia pergi berwudhu lalu kemudian ikut shalat bersama jemaah, hal itu pun tidak mengapa.
📑 Fatawa jaami Al-Kabir.
ماذا يفعل من أحدث وهو على المنبر خطيباً؟
السؤال:
لو أن الخطيب أحدث وهو على المنبر، فماذا عليه؟
الجواب:
إذا كان في الجمعة ينزل، ويتوضأ، ويصلي.
يكمل الخطبة، الخطبة لا يشترط لها الطهارة، يكمل الخطبة، وإذا كملها يتوضأ، ثم يصلي بالناس، أو يستنيب من يصلي بالناس، ويذهب يتوضأ، فالخطبة لا يشترط لها الطهارة، يكملها، ولا عليه طهارة، ثم بعد هذا يتوضأ، ويعود، فيصلي بالناس الجمعة، وإن استناب من يصلي بهم لئلا يعطلهم، وراح توضأ، وصلى مع الناس؛ فلا بأس.
⏩|| Saluran Whatsap Ma’had Ar-Ridhwan Poso
https://chat.whatsapp.com/EDSPbabz7ZjD7HwNvYWslK
💽||_Join chanel telegram
http://telegram.me/ahlussunnahposo