Bid'ah

PERBUATAN BID’AH TERKADANG MENGANTARKAN KEPADA KESYIRIKAN

📚🌻🌹 PERBUATAN BID’AH TERKADANG MENGANTARKAN KEPADA KESYIRIKAN

Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baaz rahimahumullah

Ini adalah bid’ah yang mungkar, dilarang oleh sabda Nabi Muhammad ﷺ :

من أحدث في أمرنا هذا -يعني ديننا- ما ليس منه فهو رد.

Barangsiapa mengada-ngada dalam urusan agama kita sesuatu yang bukan bagian darinya, maka itu tertolak.”
[HR. Bukhari Muslim]

Maka bidah itu tertolak, dan juga sabda beliau ﷺ:

من عمل عملا ليس عليه أمرنا فهو رد.

Barangsiapa menjalankan suatu amalan yang tidak sesuai dengan perintah Kami, maka itu tertolak”
[HR. Muslim]

Dan dengan sabda beliau ﷺ :

إياكم ومحدثات الأمور، فإن كل محدثة بدعة وكل بدعة ضلالة.

Kalian wajib menjauhi perkara-perkara baru dalam agama, karena setiap perkara baru adalah bid’ah, dan setiap bid’ah adalah kesesatan.”
[HR. Ahmad]

Bid’ah adalah sesuatu yang diada-adakan dalam agama yg dilakukan oleh orang-orang yang ingin mendekatkan diri kepada Allah, tetapi tidak disyariatkan oleh Allah dan Rasul-Nya.

Segala apa yang tidak disyariatkan oleh Allah dan Rasul-Nya maka dinamakan bid’ah, seperti merayakan hari kelahiran Nabi ﷺ, atau merayakan hari kelahiran Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, Hussein, atau lainnya.

Atau merayakan hari kelahiran  Abu Hanifah, Syafi’i, Malik, Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani, Sayyidah Nafisah, Sayyidah Zainab, atau hal-hal semisal ini.

Semua ini adalah bid’ah tercela yang mungkar, tidak diperbolehkan dan merupakan sarana menuju kesyirikan. Kita berlindung kepada Allah dari hal itu.

Sebagian orang melakukan kesyirikan dalam perayaan Maulid. Pada perayaan maulid Nabi ﷺ, mereka ada yang  berdoa dan minta pertolongan kepada Nabi ﷺ. Ini adalah syirik besar.

Sebagian dari mereka, saat memperingati kelahiran Ali, mereka memohon pertolongan (istighotsah) kepada Ali, bernadzar untuknya, dan berdoa kepada Ali selain Allah. Ini adalah syirik besar.

Begitu pula dengan maulid-maulid lainnya; mereka  berdoa kepada orang yang dirayakan dan meminta pertolongannya. Ini adalah syirik besar.

Kita berlindung kepada Allah dari hal itu.

Allah Ta’ala berfirman:

فَلَا تَدْعُوا مَعَ اللَّهِ أَحَدًا.

Maka janganlah kamu berdoa siapa pun selain Allah.”
[QS. Al-Jin 18]

Dan Allah Ta’ala juga berfirman:

ذَٰلِكُمُ ٱللَّهُ رَبُّكُمۡ لَهُ ٱلۡمُلۡكُۚ وَٱلَّذِينَ تَدۡعُونَ مِن دُونِهِۦ مَا يَمۡلِكُونَ مِن قِطۡمِيرٍ
{ إِن تَدۡعُوهُمۡ لَا يَسۡمَعُواْ دُعَآءَكُمۡ وَلَوۡ سَمِعُواْ مَا ٱسۡتَجَابُواْ لَكُمۡۖ وَيَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ يَكۡفُرُونَ بِشِرۡكِكُمۡۚ

Yang (berbuat) demikian itulah Allah Tuhanmu, milik-Nya-lah segala kerajaan. Dan orang-orang yang kamu seru (sembah) selain Allah tidak mempunyai apa-apa walaupun setipis kulit ari. Jika kamu menyeru mereka, mereka tidak mendengar seruanmu, dan sekiranya mereka mendengar, mereka juga tidak memperkenankan permintaanmu. Dan pada hari Kiamat mereka akan mengingkari kemusyrikanmu.”
[QS  Fathir: 13]

• Mereka tidak memiliki sekalipun kulit ari. Kulit ari disini adalah kulit ari pada biji kurma.

• Jika kamu berdoa kepada mereka (Tuhan-Tuhan selain Allah) niscaya mereka tidak akan mendengar doa kalian, yaitu orang-orang yang sudah mati, berhala-berhala dan semisalnya, jika kamu menyeru mereka, maka mereka tidak akan mendengar doa kalian.

• Sekalipun mereka bisa mendengar, mereka tidak akan bisa mengabulkan doa kalian. Mereka tidak punya kemampuan memberi permintaan kalian.

• Dan nanti di akhirat mereka akan mengingkari kesyirikan kalian.
Disini Allah menamakan sebagai kesyirikan.

📑 Fatawa Nur ala Ad-Darbi 3/24-25

⏩|| Saluran Whatsap Ma’had Ar-Ridhwan Poso
https://chat.whatsapp.com/EDSPbabz7ZjD7HwNvYWslK

💽||_Join chanel telegram
http://telegram.me/ahlussunnahposo