Nasehat

NASEHAT UNTUK INTROSPEKSI DIRI SELEPAS SEPULUH HARI PERTAMA RAMADHAN

📌📬🌹 NASEHAT UNTUK INTROSPEKSI DIRI SELEPAS SEPULUH HARI PERTAMA RAMADHAN

Syaikh Shalih bin Abdillah Al-Fauzan hafizhahullah

Sudah berlalu sepuluh hari pertama bulan Ramadhan, yakni sepertiga bagiannya, dan kini kita memasuki sepuluh hari kedua yang merupakan bagian tengah bulan ini.

Mari kita muhasabah (introspeksi) diri kita sendiri pada sepuluh hari yang telah berlalu, bagaimana kita telah jalani; apakah kita telah menjaganya dengan menjalankan ketaatan kepada Allah Ta’ala dan telah mengambil manfaat darinya?

Barangsiapa yang telah berbuat baik dan menjaga sepuluh pertamanya, maka hendaklah ia terus membekali diri (dengan taqwa) dan menyempurnakan ibadah di bulan yang tersisa ini.

Sedangkan barangsiapa yang meremehkan pada sepuluh hari yang lalu dan bermalas-malasan, maka hendaklah ia bertaubat dan segera menutupi kekurangannya di waktu yang masih tersisa dari bulan ini, sebelum  terluput semuanya  dalam keadaan ia tidak mendapatkan apa-apa.

Dan barangsiapa yang  masih bergelimang dosa-dosa dan maksiat dan belum bertaubat kepada Allah ketika memasuki bulan ini dan setelah sepuluh hari ini berlalu, maka hendaklah ia bertaubat, menyesali perbuatannya, dan memperbaiki amalnya. Karena kesempatan masih ada di tangannya.

Manusia di dunia ini berada dalam tiga kondisi:

▪️ Kondisi pertama adalah waktu yang telah berlalu dan ini tidak mungkin untuk minta dikembalikan;
▪️ Kondisi kedua adalah waktu yang akan datang, dia tidak tahu apakah akan sampai kepadanya atau tidak;
▪️ Dan kondisi ketiga adalah waktu saat ini, yang harus dimanfaatkan sebelum ia berlalu bersama waktu yang telah lewat.

Berkata penyair :

“Apa yang telah berlalu itu tidak bisa diulang, yang akan datang itu adalah sesuatu yang kita tidak tahu (ghaib), dan milikmu adalah waktu yang sedang kamu jalani sekarang.”

Maka hendaklah kita semua mengambil pelajaran dengan berlalunya hari-hari. Karena sungguh, Ramadan baru saja datang kepada kita, dan sekarang tak terasa sepertiganya telah berlalu dengan berlalunya sepuluh hari pertama. Seolah-olah itu hanya sekejap mata.

Namun, hari-hari ini akan menjadi penuh berkah jika seorang insan memanfaatkannya untuk ketaatan kepada Allah. Sungguh, meskipun waktunya singkat, namun jika hari-hari itu telah diisi dengan kebaikan maka ia pergi menjadi saksi untuknya di hadapan Allah. Tatkala seorang menitipkan kebaikan kepadanya.

Jika seorang mengisi ramadhan dengan kejelekan, kemaksiatan kelalaian dan pelanggaran, maka ramadhan akan bersaksi yang memberatkan di hari kiamat.
Namun jika ia bertaubat kepada Allah memohon ampun kepadaNya, maka Allah akan mengampuninya dan menghapus dosa-dosa dan kesalahan yang telah berlalu.

📑 Majaalis syahr Ramadhan Mubaarak 46-47

⏩|| Saluran Whatsap Ma’had Ar-Ridhwan Poso
https://chat.whatsapp.com/EDSPbabz7ZjD7HwNvYWslK

💽||_Join chanel telegram
http://telegram.me/ahlussunnahposo