Aqidah

BIMBINGAN NABI ﷺ YANG TELAH TERASING DI TENGAH KAUM MUSLIMIN : BERSABAR MENGHADAPI PENGUASA YANG KORUP.

✂️🔍🔐 BIMBINGAN NABI ﷺ YANG TELAH TERASING DI TENGAH KAUM MUSLIMIN : BERSABAR MENGHADAPI PENGUASA YANG KORUP.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah

Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّهَا سَتَكُونُ بَعْدِي أَثَرَةٌ وأُمُورٌ تُنْكِرُونَها!»، قَالُوا: يَا رَسُولَ اللهِ، فَمَا تَأْمُرُنَا؟ قَالَ: تُؤَدُّونَ الْحَقَّ الَّذِي عَلَيْكُمْ، وَتَسأَلُونَ اللهَ الَّذِي لَكُم.

“Sesungguhnya akan ada tindakan penguasa yang korupsi dan perkara lain yang kalian ingkari.
Para sahabat berkata : “Apa yang anda perintahkan kepada kami wahai Rasulullah?”
Beliau menjawab : “Hendaknya kalian tetap menjalankan kewajiban kepada penguasa dan kalian meminta kepada Allah hak kalian yang dirampas penguasa.”
[Muttafaq alaihi]

Nabi ﷺ memaksudkan dengan hadits diatas, bahwa akan ada para penguasa yang memerintah kaum muslimin yang mengambil harta-harta kaum muslimin dan memakainya sesuka hati, dan mengabaikan hak kaum muslimin.

Ini namanya tindakan egois dan zalim dari penguasa, karena mereka egois menggunakan harta kaum muslimin untuk kepentingan pribadi (korupsi) padahal kaum muslimin memiliki hak atasnya.

Namun para sahabat berkata: “Apa yang anda perintahkan kepada kami wahai Rasulullah?”

Beliau ﷺ bersabda:

تُؤَدُّونَ الْحَقَّ الَّذِي عَلَيْكُمْ،

“Hendaknya kalian tetap menunaikan hak penguasa yang menjadi tanggung jawab kalian.”

Artinya: Janganlah sikap penguasa yang mengambil hartamu itu menghalangi kalian untuk menjalankan kewajiban kalian untuk patuh dan menaati mereka, dan tidak memprovokasi atau membuat kekacauan pada mereka.

Bahkan, bersabarlah kalian, patuhi dan taatilah mereka, dan janganlah kalian melepaskan urusan yang telah Allah berikan kepada mereka.

وَتَسأَلُونَ اللهَ الَّذِي لَكُم.

“Dan hendaknya kalian meminta kepada Allah apa yang menjadi hak kalian”;

Artinya: Mintalah kepada Allah hak kalian.
Artinya: Mintalah kepada Allah agar mereka diberi hidayah agar para penguasa dapat memenuhi hak yang menjadi tanggung jawab mereka.

Ini merupakan hikmah Nabi ﷺ, bahwa beliau mengetahui bahwa jiwa itu dikodratkan pelit dan tidak sabar terhadap orang yang merampas hak mereka. Namun, beliau ﷺ dan membimbing kepada perkara yang padanya ada kebaikan, hal itu dengan kita menjalankan kewajiban kita kepada penguasa, berupa patuh dan taat dan tidak merebut kekuasaan dan sebagainya.

Dan kita meminta kepada Allah hak kita yang dirampas penguasa, yaitu dengan berdoa : Ya Allah berikan hidayah kepada penguasa kami, sehingga mereka memberikan hak kami.
Maka di sini ada kebaikan dari kedua pihak, pihak masyarakat dan juga pihak penguasa.

📑 Syarh Riyadh ash-Shalihiin 1/118

⏩|| Saluran Whatsap Ma’had Ar-Ridhwan Poso
https://chat.whatsapp.com/EDSPbabz7ZjD7HwNvYWslK

💽||_Join chanel telegram
http://telegram.me/ahlussunnahposo