Muamalah

TIDAK BOLEH CURANG DALAM BERMUAMALAH, SEKALIPUN DENGAN ORANG KAFIR

🚦🏘📌 TIDAK BOLEH CURANG DALAM BERMUAMALAH, SEKALIPUN DENGAN ORANG KAFIR

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah :

Pertanyaan:

Seorang muslim yang meminjam uang kepada seorang kafir, lalu dia memakan haknya. Apakah dibenarkan seorang muslim memakan harta orang kafir dengan tanpa hak? berikan kami faedah dalam hal itu.

Syaikh menjawab :

Tidak halal bagi seorang muslim untuk memakan harta orang kafir dengan cara yang tidak benar. Apabila dia meminjam uangnya, maka tidak sepantasnya dia membalas kebaikannya dengan kejelekan, dengan menunda-nunda membayar hutangnya.

Karena Nabi ﷺ dahulu pernah membeli gandum untuk keluarga beliau dari seorang Yahudi dengan berhutang.

Lalu Beliau memberikan jaminan baju besi beliau, hingga beliau meninggal dunia dalam keadaan baju besinya masih tergadaikan di sisi orang Yahudi ini dan terlunaskan dengannya hutangnya.

Hendaknya dia mengetahui, sesungguhnya muamalah duniawi itu berbeda dengan muamalah agama.

Maka orang kafir diperlakukan dalam hal muamalah duniawi sesuai keadaannya.

Maka dia membencinya dan meyakini bahwasanya dia (orang kafir) adalah musuh Allah, Rasul-Nya dan kaum Mukminin.

Akan tetapi hal ini tidak membolehkan kita untuk mengkhianati dia dalam hartanya, atau memakan hartanya dengan cara yang batil, atau tidak melunasi hutang kepadanya.

Bahkan kita perlakukan dia sesuai tuntutan syariat Islam dengan berbuat adil dalam bermuamalah dengannya.

📑 Majmu’ Al-Fatawa 25/490-491

⏩|| Grup Whatsap Ma’had Ar-Ridhwan Poso

💽||_Join chanel telegram
http://telegram.me/ahlussunnahposo