YANG MENGEDEPANKAN AKAL DARIPADA DALIL ITU MENGIKUTI CARA-CARA IBLIS

🍃🌻 YANG MENGEDEPANKAN AKAL DARIPADA DALIL ITU MENGIKUTI CARA-CARA IBLIS

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah

Dalam firman Allah Taala :

قَالَ يَٰٓإِبۡلِيسُ مَا مَنَعَكَ أَن تَسۡجُدَ لِمَا خَلَقۡتُ بِيَدَيَّۖ أَسۡتَكۡبَرۡتَ أَمۡ كُنتَ مِنَ ٱلۡعَالِينَ.
قَالَ أَنَا۠ خَيۡرٞ مِّنۡهُ خَلَقۡتَنِي مِن نَّارٖ وَخَلَقۡتَهُۥ مِن طِينٖ

(Allah) berfirman, “Wahai Iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Aku ciptakan dengan kedua tangan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri atau kamu (merasa) termasuk golongan yang (lebih) tinggi?”
(Iblis) berkata, “Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah.”
[QS. Shad: 75-76]

Diantara faedah ayat ini :
Sesungguhnya barang siapa yang mengedepankan akal dari dalil maka sesungguhnya dia telah mengikuti langkah-langkah syaitan. Karena syaithan mengedepankan apa yang dia anggap sebagai akal di atas dalil, maka diapun terjatuh dalam kesalahan dalam hal itu.

Demikian juga setiap orang yang mendahulukan akal atas dalil, sama saja apakah dalam masalah ilmiyah yaitu masalah akidah, ataupun dalam masalah amaliyah, maka sesungguhnya dia telah menyerupai iblis, mengikuti langkah-langkahnya.

Ketahuilah sesungguhnya setiap bencana yang terjadi dari penyelewengan kalamullah dari yang benar, kesombongan dari beribadah kepada Allah dan selain itu asalnya adalah dari Iblis.

📑 Tafsir Surat Shad 1/248

⏩|| Grup Whatsap Ma’had Ar-Ridhwan Poso

💽||_Join chanel telegram
http://telegram.me/ahlussunnahposo