PEMBAHASAN TERKAIT HUKUM BACAAN AL-FATIHAH BAGI MAKMUM

🍃🌻 PEMBAHASAN TERKAIT HUKUM BACAAN AL-FATIHAH BAGI MAKMUM

Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baaz rahimahullah

Sesesungguhnya seorang makmum di belakang Imam itu harus diam, dia tidak boleh membaca di belakang Imam, bahkan dia harus diam.
Dan dasar hal itu adalah firman Allah Ta’ala dalam KitabNya yang mulia :

وَإِذَا قُرِئَ ٱلۡقُرۡءَانُ فَٱسۡتَمِعُوا۟ لَهُۥ وَأَنصِتُوا۟ لَعَلَّكُمۡ تُرۡحَمُونَ

Dan jika dibacakan Al-Quran hendaknya kalian mendengarkannya dan kalian diam, niscaya kalian akan mendapatkan rahmat.
[QS. Al-A’raf 24]

Para ulama berselisih pendapat terkait pembaca surat Al-Fatihah bagi makmum, apakah gugur juga ataukah masih wajib dibaca?
Dan pendapat yang terkenal dalam masalah ini ada tiga macam :

1⃣ Pendapat yang pertama mengatakan makmum wajib membaca Al-Fatihah secara mutlak, apakah shalat jahriyah ataukah salat sirriyah (yang pelan bacaannya).

2⃣ Pendapat yang kedua mengatakan, gugur atas makmum dalam shalat sirriyah (yang pelan bacaannya) dan jahriyah secara mutlak.

3⃣ Pendapat yang ketiga dirinci, makmum tetap membaca dalam shalat sirriyah dan tidak membaca dalam shalat jahriyah.

Dan yang lebih dekat dengan kebenaran dan yang lebih kuat adalah makmum wajib membacanya di seluruh shalat-shalat, baik Jahriyah ataukah sirriyah, berdasarkan keumuman dalil-dalil.

Akan tetapi dalam shalat jahriyyah, apabila imam berdiam sebentar, maka makmum membaca di saat dia diam.
Kalau imamnya tidak diam sebentar, maka makmum membaca Al-fatihah di posisi manapun di saat masih berdiri. Kemudian dia mendengarkan bacaan imam.

📑 Al-Fawaaid Al-Ilmiyah minad Duruus Al-baaziyyah, Syarh I’laamil Muwaqi’iin 135-136

⏩|| Grup Whatsap Ma’had Ar-Ridhwan Poso

💽||_Join chanel telegram
http://telegram.me/ahlussunnahposo