HUKUM MENDIAMKAN (MEMBOIKOT) ISTERI ATAU SUAMI

🏠🌷HUKUM MENDIAMKAN (MEMBOIKOT) ISTERI ATAU SUAMI

Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baaz rahimahullah

Pertanyaan :

Jika seorang istri marah kepada suaminya karena sebab perkara duniawi, dan tidak mengajak bicara dirinya (suami) serta tidak mau duduk bersama selama waktu tertentu,
Bagaimana hukum perkara ini?

Jawaban :

Adalah kewajiban istri untuk mendengar dan mentaati suaminya dalam perkara yang baik, dan tidak boleh bagi seorang isteri memboikot suaminya kecuali karena alasan yang syar’i.

Dan demikian juga bagi seorang suami agar bergaul dengan isterinya dengan cara yang baik. Dan tidak meninggalkannya kecuali karena alasan yang syar’i.

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman :

وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ

“Pergaulilah mereka dengan cara yang baik.”
[QS. An-Nisaa 19]

وَلَهُنَّ مِثْلُ الَّذِي عَلَيْهِنَّ بِالْمَعْرُوفِ وَلِلرِّجَالِ عَلَيْهِنَّ دَرَجَةٌ.

“Dan mereka para (perempuan) mempunyai hak seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang patut. Tetapi para suami, mempunyai kelebihan di atas mereka.”
[QS. Al-Baqarah 228]

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

استوصوا بالنساء خيرًا.

“Pergaulilah istri-istri kalian dengan baik.”
[Muttafaq alaih]

Allah semata tempat meminta taufiq.

📑 Majmu Al-Fatawa 21/255.

هجر الزوج أو الزوجة

السؤال :

إذا غضبت الزوجة من زوجها لسبب دنيوي، وقاطعته في الحديث والمجالسة لفترة معينة تمتد لأيام، فما حكم ذلك؟.

الجواب :

الواجب على الزوجة السمع والطاعة لزوجها في المعروف، ولا يجوز لها هجره إلا لموجب شرعي، وعليه هو أيضًا معاشرتها بالمعروف، وعدم هجرها إلا لأمر شرعي؛ لقول الله عز وجل: {وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ} (سورة النساء:19)،
وقوله سبحانه: {وَلَهُنَّ مِثْلُ الَّذِي عَلَيْهِنَّ بِالْمَعْرُوفِ وَلِلرِّجَالِ عَلَيْهِنَّ دَرَجَةٌ}(سورة البقرة:228) الآية
ولقول النبي صلى الله عليه وسلم: (استوصوا بالنساء خيرًا) متفق عليه. والله ولي التوفيق.

مجموع فتاوى الشيخ ابن باز(21/255).

⏩|| Grup Whatsap Ma’had Ar-Ridhwan Poso

💽||_Join chanel telegram
http://telegram.me/ahlussunnahposo