JANGAN CURANG DALAM JUAL BELI DAN BEKERJA !

🚦⚖💰JANGAN CURANG DALAM JUAL BELI DAN BEKERJA !

Syaikh Abdullah bin Abdirrahman Al-Bassam rahimahullah

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, sesungguhnya Rasulullah ﷺ pernah melewati setumpuk (jualan) bahan makanan, lalu beliau memasukkan tangannya kedalamnya, beliau mendapati jarinya basah. Maka beliau berkata :

ما هذا يا صاحب الطَّعام؟ قال: أصابته السَّماء يا رسول الله. قال: أفلا جعلته فوق الطَّعام كي يراه النَّاس؟ من غشَّ فليس منِّي

“Apa ini wahai penjual bahan makanan?” Orang tadi menjawab : “Terkena hujan wahai Rasulullah?” Tidakkah engkau letakkan diluar, sehingga orang bisa melihatnya? Barang siapa yang menipu kami, maka dia bukan golongan kami.”
[HR. Muslim 102]

✏️ FAEDAH YANG BISA DIAMBIL DARI HADITS DIATAS :

1⃣. Hadits ini merupakan dalil akan haramnya berlaku curang terhadap manusia dalam jual-beli dan seluruh Muamalat (transaksi).

2⃣ Sesungguhnya wajib atas penjual, apabila makanan jualannya atau barang dagangannya itu ada cacatnya atau jelek kualitasnya, hendaknya ia meletakkannya di luar, agar bisa dilihat oleh calon pembeli, dan dia tidaklah menawarkan kecuali dalam keadaan sudah diketahui (cacatnya) oleh pembeli.

3⃣. Hadits ini menunjukkan bolehnya jualan barang yang jelek atau ada cacatnya, apabila calon pembelinya sudah melihatnya dan sudah mengetahuinya, serta ridha untuk membelinya.

4⃣ Adapun Sabda beliau :

من غش فليس مني

“Barangsiapa yang menipu maka dia bukan golonganku”

Para ulama terjadi silang pendapat tentang tafsirnya.

🔹 Sufyan bin Uyainah berkata : “Kita membiarkannya, tidak menta’wilnya agar lebih mengena di hati dan lebih tegas dalam larangan.”

🔹 An-Nawawi berkata : Artinya tidak termasuk orang yang mengambil petunjuk, mengambil teladan dengan ilmuku dan bagusnya jalanku.”

🔹 Syaikhul Islam berpendapat : “Dia berhak mendapat ancaman ini kalau dia tidak memiliki amalan yang bisa mencegah atau meringankannya.”

5⃣. Jual beli seperti ini termasuk penipuan, menjadikan pembeli memiliki hak khiyar (memilih). Apakah dia mau menahan barangnya ataukah dia mengembalikannya kepada penjual dan meminta kembali uangnya.

6⃣. Diantara perkara yang menyedihkan, sesungguhnya banyak transaksi yang dilakukan manusia sekarang terjadi seperti ini. Mereka memandang hal ini boleh, dan mereka tidak takut akan siksaan karena perbuatannya tersebut. Dan ini diantara perkara yang menyebabkan tercegahnya hujan dan terjadinya paceklik dan tercabutnya barokah.

7⃣. Menipu itu hukumnya haram dalam segala pekerjaan, perbuatan dan transaksi apapun. Maka menipu itu hukumnya diharamkan dalam pembuatan barang, dan diharamkan dalam pekerjaan profesi, diharamkan dalam transaksi (muamalah) dan diharamkan dalam akad (perjanjian), diharamkan dalam pekerjaan pemerintahan, atau dalam pekerjaan dengan manusia. Maka menipu dilarang dalam segala yang dilakukan manusia.

▫️ Jika dia tulus jujur dalam pekerjaannya, ikhlas dalam menjalankan kewajiban, maka dia makan rezki yang halal.

▫️ Dan jika dia berkhianat dan curang, maka dia telah menzalimi dirinya dan menzalimi orang lain, dan telah makan hasil yang haram.

📑 Taudhih Al-Ahkaam 4/ 336-337

⏩|| Grup Whatsap Ma’had Ar-Ridhwan Poso

💽||_Join chanel telegram
http://telegram.me/ahlussunnahposo