ORANG SAKIT JANGAN MEREMEHKAN SHALAT LIMA WAKTU
⚖📌🔍 ORANG SAKIT JANGAN MEREMEHKAN SHALAT LIMA WAKTU
Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baaz rahimahumullah
Pertanyaan :
Banyak pasien lalai dalam melaksanakan salat, dengan mengatakan, “Saya akan mengganti salat setelah sembuh.” Sebagian mengatakan, “Bagaimana saya bisa salat jika saya tidak bisa berwudhu atau membersihkan diri dari najis?” Bagaimana nasihat Anda untuk orang-orang ini?
Jawaban :
Sakit tidak menghalangi seseorang untuk melaksanakan Shalat dengan alasan tidakmampu berwudhu, selama ia masih sadar berakal.
Bahkan, orang sakit harus shalat sesuai kemampuannya dan bersuci dengan air jika mampu. Jika tidak dapat menggunakan air, maka bertayammum lalu mengerjakan shalat.
Mereka harus membersihkan najis dari tubuh dan pakaian mereka pada saat shalat, atau mengganti pakaian yang najis dengan pakaian yang bersih.
Jika mereka tidak mampu membersihkan najis atau mengganti pakaian yang najis, maka gugurlah kewajiban tersebut. Dan mereka harus tetap shalat sesuai kondisi mereka.
Hal ini berdasarkan firman Allah Ta’ala:
فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ
“Maka takutlah kepada Allah semampu kalian.”
[QS. At-Taghabun 16]
Dan sabda Nabi ﷺ:
«إذا أمرتكم بأمر فأتوا منه ما استطعتم»
“Jika aku memerintahkanmu untuk melakukan sesuatu, maka lakukanlah sebisa kalian.”
[HR. Muttafaq alaih]
Nabi ﷺ juga bersabda kepada Imran bin Husain radhiyallahu ‘anhuma ketika ia mengeluh sakit kepadanya:
صل قائما فإن لم تستطع فقاعدا فإن لم تستطع فعلى جنب»
“Shalatlah sambil berdiri; jika tidak mampu, maka sambil duduk; jika tidak mampu, maka sambil berbaring.”
[HR. Bukhari dalam shahihnya]
Dan dalam riwayat an-Nasa’i dengan sanad yang sahih, menambahkan:
«فإن لم تستطع فمستلقياً».
“Jika tidak mampu, maka berbaringlah telentang.”
📑 Fatawa Nur ala Ad-Darbi 10/375
⏩|| Saluran Whatsap Ma’had Ar-Ridhwan Poso
https://chat.whatsapp.com/EDSPbabz7ZjD7HwNvYWslK
💽||_Join chanel telegram
http://telegram.me/ahlussunnahposo