KEUTAMAAN ILMU AGAMA DI ATAS HARTA KEKAYAAN (bagian kedua)
📚🚦🌻 KEUTAMAAN ILMU AGAMA DI ATAS HARTA KEKAYAAN
(bagian kedua)
Ibnu al-Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah berkata :
13. Kecintaan kepada ilmu dan mencarinya adalah pangkal dari semua ketaatan, sedangkan kecintaan pada dunia dan harta serta mencarinya adalah pangkal dari semua kesalahan.
14. Nilai seorang berharta adalah hartanya, sedangkan nilai seorang berilmu adalah ilmunya. Orang kaya diukur dengan hartanya, jika hartanya hilang, maka nilainya akan lenyap, dan ia tidak berharga lagi. Sedangkan nilai seorang yang berilmu tidak akan hilang; bahkan nilainya akan meningkat dan terus bertambah.
15. Hakikat harta sama sifatnya dengan hakikat tubuh, sedangkan hakikat ilmu sama sifatnya dengan hakikat jiwa, sebagaimana dikatakan Yunus bin Habib rahimahullah : “Ilmumu bagian dari ruhmu, dan hartamu itu bagian dari tubuhmu.”
Perbedaan antara keduanya seperti perbedaan antara ruh dan tubuh.”
16. Jika seorang yang berilmu ditawari seluruh dunia dan semua kekayaannya sebagai ganti ilmunya, ia tidak akan ridha sebagai penggantinya. Dan orang kaya yang berakal, apabila melihat kemuliaan ilmu, keutamaan ilmu, keindahan ilmu, dan kesempurnaan ilmu, niscaya ia akan berharap untuk memiliki ilmu tersebut dengan menukar semua kekayaannya.
17. Tidaklah seorang bisa menaati Allah kecuali dengan sebab ilmu, sementara kebanyakan orang yang berbuat maksiat kepada-Nya melakukannya karena harta.
18. Seorang yang berilmu mengajak manusia mengikuti jalan Allah dengan ilmunya dan perilakunya yang baik, sedangkan orang yang berharta mengajak manusia kepada dunia dengan perilaku dan hartanya.
19. Kaya harta terkadang menyebabkan kebinasaan pemiliknya, Karena harta itu membuat gila para pecintanya, jika jiwa yang mabuk harta melihat seseorang menguasai secara berlebih harta yang dicintainya, niscaya ia berusaha akan membinasakannya, sebagaimana kenyataan terjadi. Adapun kaya ilmu, maka akan menyebabkan hidupnya seseorang dan hidupnya orang lain. Manusia tatkala melihat orang yang lebih semangat menguasai ilmu dan mencari ilmu, niscaya manusia akan mencintainya, melayani dan memuliakannya.
20. Kelezatan yang diperoleh dari harta sifatnya khayalan atau mirip binatang. Jika pemilik harta menemukan kelezatan dalam mengumpulkan harta dan memperolehnya, maka itu adalah kelezatan ilusi, khayalan semata. Jika ia menemukan kelezatan saat berbelanja sesuai syahwatnya, maka itu adalah kesenangan seperti hewan. Sedangkan kelezatan ilmu adalah kelezatan akal dan ruhani, menyerupai kelezatan dan kegembiraan para malaikat. Dan perbedaan antara kedua kelezatan itu sangat besar.
📑 Miftah Daar As-Sa’aadah 1/129-130
⏩|| Saluran Whatsap Ma’had Ar-Ridhwan Poso
https://chat.whatsapp.com/EDSPbabz7ZjD7HwNvYWslK
💽||_Join chanel telegram
http://telegram.me/ahlussunnahposo