tholibul ilmi

KEUTAMAAN ILMU AGAMA DI ATAS HARTA KEKAYAAN

📚🚦🌻 KEUTAMAAN ILMU AGAMA DI ATAS HARTA KEKAYAAN
(bagian pertama)

Ibnu al-Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah berkata :

Keutamaan ilmu di atas harta itu terlihat dalam beberapa hal:

1. Pertama: Ilmu adalah warisan para nabi, sedangkan harta adalah warisan para raja dan orang kaya.

2. Kedua: Ilmu akan menjaga pemiliknya, sedangkan pemilik harta itu yang menjaga hartanya.

3. Ketiga: Harta akan berkurang karena diinfaqkan, sedangkan ilmu bertambah karena diinfaqkan (diajarkan kepada orang lain).

4. Keempat: Ketika pemilik harta meninggal dunia, hartanya akan berpisah dengannya, sedangkan ilmu menyertainya sampai ke kuburnya.

5. Kelima: Ilmu itu yang mengatur  kekayaan, sedangkan harta tidak mengatur ilmu.

6. Keenam: harta itu bisa diperoleh oleh orang beriman dan orang kafir, orang salih dan orang jahat, sedangkan ilmu yang bermanfaat hanya diperoleh oleh orang beriman.

7. Ketujuh: Orang-orang berilmu dibutuhkan oleh para raja dan orang-orang yang di bawah mereka,, sedangkan orang kaya hanya dibutuhkan oleh orang miskin dan yang orang susah.

8. Kedelapan: Jiwa dimuliakan dan disucikan dengan mengumpulkan ilmu agama dan meraihnya, karena inilah kesempurnaan dan kemuliaannya. Sedangkan harta tidak menyucikan jiwa  tidak menyempurnakannya,  tidak menambahkan sifat kesempurnaan bagi jiwa.  Akan tetapi, jiwa menjadi berkurang, menjadi kikir, dan pelit dengan mengumpulkan dan bersemangat meraih harta. Maka semangatnya jiwa meraih ilmu adalah inti dari kesempurnaannya, sedangkan semangatnya jiwa terhadap harta adalah inti dari kekurangannya.

9. Kesembilan: Harta itu mengajak jiwa kepada sifat zalim, sombong dan angkuh, sedangkan ilmu akan mengajak jiwa untuk rendah hati dan penghambaan kepada Allah. Harta itu mengajak jiwa untuk bersifat seperti raja (yang sombong), sedangkan ilmu mengajak kepada sifat hamba Allah yang patuh.

10. Kesepuluh: Ilmu itu akan mengajak kepada  kebahagiaan jiwa, yang untuknya ia diciptakan, sedangkan harta adalah penghalang antara ia dan kebahagiaan ini.

11. Kesebelas: Sesungguhnya kekayaan ilmu itu lebih besar daripada kekayaan harta. Karena kaya harta adalah kekayaan dengan sebab eksternal dari hakikat seseorang seseorang.
Jika harta itu lenyap dalam semalam, seseorang akan menjadi miskin. Tetapi kekayaan ilmu tidak kawatir terhadap kefakiran; bahkan, ia terus bertambah. Itulah bentuk kekayaan sejati dan tertinggi, sebagaimana telah dikatakan dalam syair :
“Aku menjadi kaya tanpa harta, tidak bergantung pada manusia semuanya. Dan kekayaan yang sejati itu tidak bergantung pada apa pun, dengan apapun.”

12. Kedua belas: Harta akan memperbudak pemiliknya, menjadikannya hamba, sebagaimana sabda Nabi ﷺ :

تعس عبد دينار تعس عبد درهم

“Celakalah hambanya uang emas dan uang perak.”

Sedangkan ilmu akan memperbudak seseorang sebagai hambanya Allah dan Penciptanya, ilmu tidaklah mengajak kecuali untuk menyembah Allah semata.

📑 Miftah Daar As-Sa’aadah 1/129

⏩|| Saluran Whatsap Ma’had Ar-Ridhwan Poso
https://chat.whatsapp.com/EDSPbabz7ZjD7HwNvYWslK

💽||_Join chanel telegram
http://telegram.me/ahlussunnahposo