PEMBAHASAN SINGKAT TERKAIT DOA SEBELUM BERJIMAK
📚📌🌹 PEMBAHASAN SINGKAT TERKAIT DOA SEBELUM BERJIMAK
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah
Dari Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma, sesungguhnya Rasulullah ﷺ bersabda :
Seandainya salah seorang kalian jika hendak mendatangi istrinya membaca :
بِاسْمِ اللَّهِ اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبْ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا
“Dengan nama Allah, Ya Allah jauhkanlah kami dari syaitan dan jauhkanlah syaitan dari anak yang Engkau karuniakan kepada kami.”
Jika ditakdirkan ada anak antara keduanya dalam aktivitas itu, niscaya syaitan tidak akan memudharatkannya selama-lamanya.
[HR. Al-Jamaa’ah selain Nasaa’i.]
BEBERAPA PEMBAHASAN HADITS
▪️ Doa ini dibaca ketika hendak berjimak, bukan ketika sedang berjimak.
▪️ Pada ucapan : Bismillah, maknanya adalah dengan menyebut nama Allah aku hendak berjimak. Kandungannya adalah : makna meminta pertolongan dan mencari barakah.
• Maka ketika seorang membaca Bismillah, berarti ia meminta pertolongan kepada Allah untuk bisa berjimak. Karena terkadang seorang itu merasa malas lemah dan tidak memungkinkan berjimak.
• Membaca basmalah juga maknanya untuk mencari barakah, agar Allah memberkahi dirinya dalam jimak ini.
▪️ Adapun doa : “Ya Allah jauhkanlah syaitan dari kami,” yakni agar syaitan tidak ikut bergabung dengan kami dalam jimak. Karena kadang syaitan itu ikut bergabung dengan manusia ketika mereka makan, minum dan berjimak tatkala seorang hamba tidak membaca basmalah.
Maka engkau membaca basmalah dan memohon kepada Allah agar benar-benar menjauhkanmu dari syaitan dan menjauhkan syaitan dari anak yang Dia karuniakan kepadamu.
▪️ Apakah yang dimaksud “Syaitan tidak membahayakan sang anak selamanya” di sini, adalah bahaya dari segi fisiknya ataukah bahaya agamanya?
Maka kita jawab: Hadits ini bermakna umum, baik dari segi bahaya fisik ataukah agama.
Akan tetapi terkadang dari segi realita, kalau dikatakan terjaga segi agamanya, maka berarti sang anak ma’shum, terjaga dari dosa. Sementara yang ma’shum itu hanya para Nabi saja ‘alaihimus salam.
Akan tetapi anggapan ini tidaklah benar. Karena mungkin saja sang anak bermaksiat, kemudian Allah berikan taufik kepadanya untuk bertaubat. Jika ia bertaubat maka tidak memudharatkannya. Berbeda dengan sifat ma’shum para Nabi alaihimus salaam, karena mereka memang terjaga dari maksiat seperti ini.
DIANTARA FAEDAH HADITS INI ADALAH :
1. Anjuran membaca doa ini ketika hendak jimak
2. Doa ini dibaca oleh suami saja, adapun sang istri maka tidak membaca.
3. Bolehnya membaca dzikir saat terbuka aurat.
4. Syaitan terkadang bisa bergabung bersama seseorang saat menggauli istrinya.
5. Menetapkan bahwasanya sebab itu bisa berpengaruh berdasarkan sabda beliau :”Dan jika dengan itu ditakdirkan ada anak maka syaitan tidak membahayakannya selama-lamanya”.
6. Tidak mesti dari setiap jimak akan ada anak.
📑 Dikutip dari At-Ta’liq ‘ala Al-Muntaqa 2/593-594
⏩|| Saluran Whatsap Ma’had Ar-Ridhwan Poso
https://chat.whatsapp.com/EDSPbabz7ZjD7HwNvYWslK
💽||_Join chanel telegram
http://telegram.me/ahlussunnahposo