PENGERTIAN IMAN MENURUT AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH
⚖🌴🍄 PENGERTIAN IMAN MENURUT AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH
Syaikh Shalih bin Abdillah Al-Fauzan hafizhahullah
Defiisi Iman secara bahasa : Membenarkan dengan mantap yang tidak ada keraguan padanya.
Definisi Iman secara syariat: Ucapan dengan lisan, keyakinan dengan hati dan diamalkan dengan anggota badan, Iman bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan. Ini adalah pengertian Iman di sisi Ahlussunnah wal Jama’ah.
Berbeda dengan pengertian iman menurut kelompok murji’ah yang mana mereka mengatakan iman itu cukup percaya dengan hati atau membenarkan dengan hati dan mengucapkan dengan lisan saja, amalan tidak masuk ke dalamnya.
Ini adalah ucapan yang tertolak. Maka harus ada amalan, maka seorang insan tidak dikatakan beriman, tanpa beramal. Sekalipun seorang telah membenarkan dengan hatinya, telah mengucapkan dengan lisannya, tapi dia tidak melakukan amalan, dia tidak memiliki uzur yang menghalanginya, maka dia bukan seorang mukmin.
Karena Allah Ta’ala menyebutkan iman itu harus diiringi dengan amalan dalam banyak ayat, dan tidak mencukupkan menyebutkan Iman saja.
Allah Ta’ala berfirman :
إِنَّمَا ٱلۡمُؤۡمِنُونَ ٱلَّذِینَ إِذَا ذُكِرَ ٱللَّهُ وَجِلَتۡ قُلُوبُهُمۡ وَإِذَا تُلِیَتۡ عَلَیۡهِمۡ ءَایَـٰتُهُۥ زَادَتۡهُمۡ إِیمَـٰنࣰا وَعَلَىٰ رَبِّهِمۡ یَتَوَكَّلُونَ. ٱلَّذِینَ یُقِیمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَمِمَّا رَزَقۡنَـٰهُمۡ یُنفِقُونَ. أُو۟لَـٰۤىِٕكَ هُمُ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ حَقࣰّاۚ
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yang apabila disebut nama Allah, gemetar hatinya, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, bertambah (kuat) imannya dan hanya kepada Rabb mereka bertawakal,
(yaitu) orang-orang yang melaksanakan shalat dan yang menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka.
Mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman.”
[QS. Al-Anfal 2-4]
📑 Al-Minhah Ar-Rabbaniyyah 45-46
#ahlussunnah #iman #shalat
⏩|| Grup Whatsap Ma’had Ar-Ridhwan Poso
💽||_Join chanel telegram
http://telegram.me/ahlussunnahposo