BERMUAMALAH DENGAN ORANG KAFIR TIDAK BERMAKNA WALA’ (BERLOYALITAS) DENGAN MEREKA.

🚦⛓⚖ BERMUAMALAH DENGAN ORANG KAFIR TIDAK BERMAKNA WALA’ (BERLOYALITAS) DENGAN MEREKA.

Syaikh Shalih bin Abdillah Al-Fauzan hafizhahullah

Naam. Kita membenci orang-orang kafir, tapi kita tidak melampaui batas menyerang mereka dengan tanpa alasan yg benar.
Khususnya jika mereka adalah :

▪️ Kafir Mu’ahad (kafir yang ada perjanjian damai dengan muslimin),
▪️ Kafir dzimmi (kafir yang tunduk dan patuh dengan pemerintah muslimin)
▪️ Dan kafir musta’man (kafir yang mendapatkan jaminan keamanan dari kaum muslimin).

Demikian juga, siapa saja dari orang kafir yang berbuat baik kepada kaum muslimin, maka kitapun berbuat baik kepada mereka, sebagai balasan buat mereka, dan hal itu bukan termasuk cinta dengan mereka.

Akan tetapi sebagi bentuk membalas kebaikan, tidak mengapa. Kita berjual beli dengan mereka, bermuamalah dengan mereka.
Ini termasuk bab saling menukar manfaat, bukan bermakna al-wala’ wal bara’.

Maka jangan sampai terkaburkan antara yang ini dan itu. Disana ada perbedaan antara al-wala’ wal-bara’ dengan bermuamalah dengan orang kafir dan menunaikan perjanjian dengan mereka.

📑 Syarh Al-Kabaair 60

جواز المعاملة بالكفار وليس ذلك من الولاء

قال الشيخ صالح الفوزان حفظه الله :

نبغض الكفار ولكننا لا نعتدي عليهم بغير الحق، خاصة إذا كانوا معاهدين أو كانوا اهل ذمة أو مستأمنين، كذلك فإن من أحسن منهم إلى المسلمين فإننا نحسن إليهم مكافأة له، وليس ذلك من المحبة، وإنما هو من باب رد الجميل، فلا بأس، وان نشتري منهم، ونتعامل معهم.
فهذا من باب التبادل بالمنافع، وليس من الولاء والبراء، فلا يلتبس هذا بهذا. فهناك فرق بين الولاء والبراء وبين المعاملة مع الكفار والوفاء له بالعهد.

📕 شرح الكبائر للعلامة الفوزان حفظه الله ص 60.

⏩|| Grup Whatsap Ma’had Ar-Ridhwan Poso

💽||_Join chanel telegram
http://telegram.me/ahlussunnahposo