DILARANG MENYENTUH PASIEN WANITA TATKALA MERUQYAH

🚦🏠 DILARANG MENYENTUH PASIEN WANITA TATKALA MERUQYAH

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah

Pertanyaan :

Apakah boleh apa yang dilakukan sebagian ikhwah yang meruqyah, tatkala mereka meletakkan tangan-tangan mereka di tubuh pasien dan termasuk didalamnya pasien wanita? mereka mengatakan sesungguhnya itu sudah mujarab!

Jawaban :

Tidak boleh, kalau itu adalah pasien wanita ini tidak ada keraguan lagi padanya. Kalau yang meruqyah adalah wanita terhadap pasien wanita, maka (meletakkan tangan) ini pun bid’ah.

Akan tetapi tangannya diletakkan di tempat yang sakit jika si pasien ada tempat yang sakit, lalu membaca ::

أَعُيذُك بِعِزَّةِ اللَّهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ.

“U’iidzuka bi’izzatillaahi wa qudratihi min syarri maa ajidu wa uhaadziru.”

Artinya :
“Aku meminta perlindungan untukmu dengan Kemuliaan Allah dan Kemahakuasaann-Nya, dari kejelekan segala yang saya dapati dan saya takutkan.”

Atau orang yang sakit meletakkan tangannya di atas tempat yang sakit sambil membaca :

أَعُوذُ بِعِزَّةِ اللَّهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ.

“A’uudzu bi ‘izzatillaahi wa qudratihi min syarri maa ajidu wa uhaadziru.”

Artinya :
“Aku berlindung dengan Kemuliaan Allah dan Kemahakuasaann-Nya, dari kejelekan segala yang saya dapati dan saya takutkan.”

Adapun meletakkan tangan ketika membaca Al-Quran atau yang semisal itu maka saya tidak mengetahui dasarnya.

📑 Fatawa ‘alal At-Thariiq 93

⏩|| Grup Whatsap Ma’had Ar-Ridhwan Poso

💽||_Join chanel telegram
http://telegram.me/ahlussunnahposo