HUKUM MEMAKAI OBAT PENGHILANG RAMBUT

๐Ÿƒ๐ŸŒป HUKUM MEMAKAI OBAT PENGHILANG RAMBUT

Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baaz rahimahullah

Pertanyaan :

Apakah boleh memakai obat penghilang rambut, untuk rambut yang boleh dihilangkan, seperti rambut ketiak dan bulu kemaluan?

Jawaban :

Tidak mengapa untuk memakai obat penghilang rambut untuk bulu kemaluan dan bulu ketiak.

Akan tetapi mencukur atau mencabut untuk bulu ketiak itu lebih afdhal, apabila hal itu mudah bagi dia. Berdasarkan sabbda Nabi ๏ทบ :

ุงู„ูุทุฑุฉ ุฎู…ุณ ุงู„ุฎุชุงู† ูˆุงู„ุฅุณุชุญุฏุงุฏ ูˆู‚ุต ุงู„ุดุงุฑุจ ูˆู‚ู„ู… ุงู„ุธูุฑ ูˆู†ุชู ุงู„ุขุจุงุท

“Amalan Fitrah itu ada lima khitan, istihdaad (mencukur bulu kemaluan), menggunting kumis, memotong kuku dan mencabut bulu ketiak.
[Muttafaqun ala shihhatih]

Al-Istihdaad adalah mengambil bulu kemaluan dengan besi, yakni dengan silet.

๐Ÿ“‘ Majmu Al-Fatawa 2/80

โฉ|| Grup Whatsap Ma’had Ar-Ridhwan Poso
https://chat.whatsapp.com/EVYFOFQozWDDUPTKBWjgUG

๐Ÿ’ฝ||_Join chanel telegram
http://telegram.me/ahlussunnahposo