JANGAN TERTAWAKAN KENTUT SAUDARAMU!

๐Ÿ’จโ›”๏ธ JANGAN TERTAWAKAN KENTUT SAUDARAMU!

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah

Kemudian beliau membicarakan juga tentang perkara yang lain yaitu hukum menertawakan kentut. Yakni apabila salah seorang keluar angin dari duburnya yang memiliki suara, mereka pun tertawa.
Maka Nabi ๏ทบ berkata sambil menasehati mereka dalam hal itu :

ู„ู… ุชุถุญูƒ ุฃุญุฏูƒู… ู…ู…ุง ูŠูุนู„

Kenapa salah seorang kalian menertawakan apa yang dia sendiri melakukan juga?
(Muttafaq alaih).

Bukankah engkau mengalami kentut, sebagaimana orang itu juga mengalami kentut? Memang.
Kalau demikian, mengapa engkau tertawa?
Hanyasaja seorang insan itu tertawa dan takjub karena sesuatu yang tidak terjadi padanya. Adapun kalau itu terjadi pada dirinya juga, maka tidak sepantasnya untuk menertawakannya.

Oleh karena itu Nabi ๏ทบ mencela orang yang mentertawakan kentut, karena ini adalah perkara yang keluar dari mereka juga.
Yaitu kebiasaan pada kebanyakan manusia.

Banyak dari kalangan manusia pada sebagian adat istiadat mereka, mereka tidak mempedulikan apabila kentut salah seorang dari mereka yang ada di samping saudara-saudaranya.
Mereka tidak merasa risi dalam hal itu sama sekali. Mereka melihat kalau kentut ini seperti bersin atau batuk atau selainnya.
Akan tetapi pada sebagian adat istiadat satu daerah, mereka mengkritisi (menganggap aib) hal ini.

Akan tetapi keadaanmu mentertawakan saudaramu dan saudaramu menjadi malu maka ini tidak sepantasnya.

Dalam hal ini ada isyarat bahwa seorang insan tidak sepantasnya untuk mencela orang lain dalam perkara yang dia sendiri melakukannya. Apabila engkau tidak mau mencela dirimu, bagaimana engkau bisa mencela saudaramu?

๐Ÿ“‘ Syarh Riyadh Ash-Shalihin 198

#adab #kentut #adat #tertawa

โฉ|| Grup Whatsap Ma’had Ar-Ridhwan Poso

๐Ÿ’ฝ||_Join chanel telegram
http://telegram.me/ahlussunnahposo