DUA MACAM KEBAHAGIAAN YANG JAUH BERBEDA..

🍃🌼 DUA MACAM KEBAHAGIAAN YANG JAUH BERBEDA..

Syaikh Shalih bin Abdillah Al-Fauzan hafizhahullah berkata :

Kebahagiaan itu terbagi menjadi dua macam : kebahagiaan yang terpuji dan kebahagiaan yang tercela.

Kebahagiaan yang terpuji adalah kebahagiaan terhadap nikmat Allah, dengan karunia-Nya, termasuk di dalamnya adalah kebahagiaan dengan ilmu, dengan Al-Quran dan Islam serta selain keduanya. Allah berfirman :

قُلۡ بِفَضۡلِ ٱللَّهِ وَبِرَحۡمَتِهِۦ فَبِذَ ٰ⁠لِكَ فَلۡیَفۡرَحُوا۟ هُوَ خَیۡرࣱ مِّمَّا یَجۡمَعُونَ

Katakanlah (wahai Muhammad), “Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaknya dengan itu mereka bergembira. Itu lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan.”
[QS Yunus 58].

Maka kebagahiaan terhadap islam, dengan ilmu, dengan karunia-Nya dan nikmat-Nya adalah kebahagiaan yang disyariatkan dan terpuji, karena itu adalah tanda kalau dirinya menginginkan kebaikan.

Adapun kebahagiaan yang tercela, adalah kebahagiaan terhadap dunia karena alasan berbagai kelezatan dan syahwat yang ada di dalamnya.

Maka kebahagiaan semisal ini hukumnya tercela, karena hal itu akan membawa seseorang untuk berbuat sombong dan berbuat jelek. Sebagaimana yang terjadi pada Qarun yang Allah telah berikan kepadanya harta yang banyak.
Kaumnya berkata kepadanya :

لا تفرح.

Janganlah engkau berbahagia!
[QS. Al-Qashash 77]

Maksudnya, Janganlah engkau berbahagiaan dengan kebahagiaan yang semena-sema dan janganlah engkau sombong dengan harta yang engkau miliki.

إِذۡ قَالَ لَهُۥ قَوۡمُهُۥ لَا تَفۡرَحۡۖ إِنَّ ٱللَّهَ لَا یُحِبُّ ٱلۡفَرِحِینَ. وَٱبۡتَغِ فِیمَاۤ ءَاتَىٰكَ ٱللَّهُ ٱلدَّارَ ٱلۡـَٔاخِرَةَۖ وَلَا تَنسَ نَصِیبَكَ مِنَ ٱلدُّنۡیَاۖ وَأَحۡسِن كَمَاۤ أَحۡسَنَ ٱللَّهُ إِلَیۡكَۖ وَلَا تَبۡغِ ٱلۡفَسَادَ فِی ٱلۡأَرۡضِۖ إِنَّ ٱللَّهَ لَا یُحِبُّ ٱلۡمُفۡسِدِینَ.

(Ingatlah) ketika kaumnya berkata kepadanya, “Janganlah engkau terlalu bangga. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang membanggakan diri.”
Dan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepada kamu, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan.
[QS. Al-Qashash 76-77]

Yakni, gunakan apa yang telah Allah karuniakan padamu berupa harta yang banyak dan nikmat yang besar untuk menaati Rabbmu, untuk beribadah kepada-Nya,. Akan tetapi dia sombong dan semena-sema.

📑 Syarh Al kabair 60

⏩|| Grup Whatsap Ma’had Ar-Ridhwan Poso

💽||_Join chanel telegram
http://telegram.me/ahlussunnahposo