HUKUM JUAL BELI KREDIT DENGAN DINAIKKAN HARGANYA ?

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah

Pertanyaan : Apa hukum berhutang dalam jual beli dengan cara kredit. Dalam keadaan harga barang kredit lebih mahal dari pada harga cash?

حكم بيع التقسيط مع زيادة في السعر
السؤال:
سؤاله الثاني يقول فيه: ما رأي الدين في البيع والشراء بالتقسيط، علماً بأن سعر البيع في حاله التقسيط يكون أزيد من البيع واستلام المبلغ الفوري؟

الجواب:

Jawaban : Ini tidak mengapa dengan kesepakatan ulama, bahwasanya seorang jika membeli barang karena ia membutuhkannya dengan pembayaran ditunda.

الشيخ: هذا لا بأس به بإجماع أهل العلم أن الإنسان إذا اشترى السعلة لحاجته إليها بثمن مؤجل

Sama saja apakah pembayarannya sekaligus, atau dicicil, maka hal itu tidak mengapa. Dan lebih dari satu ulama meriwayatkan akan kesepakatan ulama akan halalnya hal itu. Dan sudah maklum kalau dibayar cicil maka harganya dinaikan. Karena penjual dia tidaklah menjual barang yang harganya ditunda itu sama dengan yang cash.

سواء كان يحل بدفعة واحدة أو يحل على دفعات فإنه لا بأس بذلك، وقد حكى غير واحد من أهل العلم إجماع أهل العلم على حله. ومن المعلوم أنه إذا كان بالتقسيط فسيزيد ثمنه؛ لأن البائع لا يبيع شيئاً يؤجل ثمنه مساوياً لشيء ثمنه منقود،

Ini termasuk kebagusan syariat Islam. Karena penjual itu mengambil manfaat dengan tambahan harga, dan pembeli mengambil manfaat dengan ditundanya pembayaran.

وهذا من الأمور التي من محاسن الشريعة حله؛ لأن البائع ينتفع بزيادة الثمن، والمشتري ينتفع بتأجيل الثمن عليه.

Adapun jika setelah rampung transaksi, dan sepakat harganya cash. Lalu pembeli datang kepada penjual dan berkata : Beri saya tempo, dan saya tambah.
Maka ini tidak boleh. Karena itu termasuk riba.

وأما إذا تم البيع على أنه نقد ثم جاء المشتري إلى البائع وقال: أجله علي بزيادة. فإن هذا لا يجوز؛ لأنه من الربا؛

Misalnya : Ia menjual mobil ini seharga sepuluh ribu misalnya. Lalu pembeli tidak memiliki uang cash sepuluh ribu. Lalu ia kembali kepada penjual dan berkata : “Saya tidak menemukan sepuluh ribu, akan tetapi tundalah pembayarannya, saya akan bayar dua belas ribu.

مثل أن يبيع عليه هذه السيارة بعشرة آلاف مثلاً، ثم لا يجد المشتري هذه العشرة، فيرجع إلى البائع ويقول: لم أجد العشرة، ولكن أجلها عليَّ اثني عشر ألفاً. فإن هذا لا يجوز؛

Maka ini tidak boleh, karena sebenarnya pembeli harus membayar beberapa dirham cash, lalu ia minta ditunda dengan menambah. Maka inilah riba sebenarnya.

لأن المشتري ثبت في ذمته دراهم حالَّة، فتأجيلها بزيادة عين الربا، فيكون محرماً.

http://binothaimeen.net/content/7451

sumber : t.me/haallaa1

⏩|| Grup Whatsap Ma’had Ar-Ridhwan Poso

?||_Join chanel telegram
http://telegram.me/ahlussunnahposo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *