TERMASUK UNGKAPAN YANG SALAH : JAHILIYAH ABAD 20, JAHILIYAH MODERN

🚦⚖❌ TERMASUK UNGKAPAN YANG SALAH : JAHILIYAH ABAD 20, JAHILIYAH MODERN

Al-Ustadz Adnan Abdul Majid hafizhahullah

Ini termasuk istilah yang tidak benar dan telah dibantah oleh Al-Kitab dan As-Sunnah. Karena jahiliyah yang umum itu sudah tidak ada lagi setelah diutusnya Nabi Muhammad ﷺ.

Adapun sebelum diutusnya Nabi ﷺ, memang di sana ada Jahiliyah ahli kitab dan juga  jahiliyah ummiyiin (jahiliyyah Arab sebelum datangnya Islam).

▪️ Jahiliyyah Ahli Kitab :
Karena ahli kitab telah mengubah apa yang Allah turunkan, sehingga disebut jahiliyah Ahli kitab, kecuali sedikit sekali dari mereka yang masih komitmen dengan Taurat dan injil.

Dan isi Taurat dan Injil sudah dirubah oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani, karena Allah tidak menjamin keaslian Taurat dan injil.
Berbeda dengan Al-Quran. Allah akan menjaga Al-Quran dalam FirmanNya :

إِنَّا نَحۡنُ نَزَّلۡنَا ٱلذِّكۡرَ وَإِنَّا لَهُۥ لَحَـٰفِظُونَ

“Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al-Quran dan Kami yang akan menjaganya.”
[QS. Al-Hijr:7-9]

Allah mengkafirkan ahli kitab karena kasyirikan mereka. Yahudi menuhankan Uzair, dan Nasrani menuhankan Isa ‘alaihissalaam.

▪️ Jahiliyyah Ummiyiin, yg dimaksud dengan ummiyiin adalah orang Arab sebelum Islam yang kebanyakan tidak bisa membaca dan menulis.

{ هُوَ ٱلَّذِي بَعَثَ فِي ٱلۡأُمِّيِّـۧنَ رَسُولٗا مِّنۡهُمۡ يَتۡلُواْ عَلَيۡهِمۡ ءَايَٰتِهِۦ وَيُزَكِّيهِمۡ وَيُعَلِّمُهُمُ ٱلۡكِتَٰبَ وَٱلۡحِكۡمَةَ وَإِن كَانُواْ مِن قَبۡلُ لَفِي ضَلَٰلٖ مُّبِينٖ .

Dialah yang mengutus seorang rasul kepada kaum yang buta huruf dari kalangan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, menyucikan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan Hikmah (Sunnah), meskipun sebelumnya, mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata,
[QS. Al-Jumu’ah: 2]

Orang Arab Jahiliyyah sebelum datangnya Islam terbagi menjadi dua golongan :

Golongan pertama, mereka yang masih komitmen dengan ajaran Ibrahim dan Ismail
Golongan Kedua : mereka yang masih mengikuti Yahudi dan nasrani.

Sampai akhirnya Amr bin Luhai Al-Khuza’i ketika ia pergi berobat di negeri Syam, dia melihat patung-patung yang diibadahi di sana. Dia menganggap baik perbuatan penyembuhan kepada berhala.
Kemudian dia pulang ke jazirah Arab membawa patung. Dan akhirnya orang-orang Arab mulai menyembah berhala.
Kemudian situs-situs kuno digali kembali dan dihidupkan aktivitas pemujaan kepada berhala (kesyirikan).
Itulah awal mula timbul kesyirikan di jazirah Arab.

🌅 Setelah diutusnya Rasulullah ﷺ , maka hilanglah zaman jahiliyah. Karena cahaya Islam sudah menerangi jadilah Arab.

Istilah jahiliyyah Allah Ta’ala sebutkan dalam Al-Quran:

وَقَرۡنَ فِی بُیُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجۡنَ تَبَرُّجَ ٱلۡجَـٰهِلِیَّةِ ٱلۡأُولَىٰۖ

Dan hendaklah kalian tetap di rumah dan janganlah kalian berhias seperti orang-orang Jahiliyah dahulu,
[QS. Al-Ahzab: 33]

Dengan diutusnya Nabi ﷺ dicabutlah segala pemikiran jahiliyah dari akar-akarnya.
Dengan Al-Kitab dan As-Sunnah hilanglah istilah jahiliyah umum.

Maka tidaklah benar kalau dikatakan istilah : Jahiliyah modern, jahiliyyah abad 20. Jahiliyah dalam arti umum.

Tapi bukan berarti tidak ada lagi perbuatan-perbuatan jahiliyah.
Karena itu Rasulullah ﷺ bersabda:

أَرْبَعٌ في أُمَّتي مِن أمْرِ الجاهِلِيَّةِ لا يَتْرُكُونَهُنَّ: الفَخْرُ في الأحْسابِ، والطَّعْنُ في الأنْسابِ، والاسْتِسْقاءُ بالنُّجُومِ، والنِّياحَةُ

“Empat perkara dari umatku termasuk perkara jahiliyah,  yang mereka belum mereka tinggalkan :

Berbangga dengan keturunan, mencela nasab, menisbatkan turunnya hujan dengan bintang-bintang dan meratapi mayit.
[HR. Muslim]

Rasulullah ﷺ mengatakan kepada Abu Dzar radhiyallahu anhu  :

“Wahai Aba Dzar, sesungguhnya padamu ada perkara jahiliyyah.

Yakni ketika Abu Dzar mencela Bilal radhiyallahu ‘anhu.

Maka menjelekkan seseorang dengan kekurangan ayahnya ibunya itu termasuk perkara jahiliyah..

Demikian juga beliau ﷺ bersabda :

من مات وليس في عنقة بيعة مات ميتة جاهلية.

“Barang siapa yang mati dan tidak ada di lehernya baiat maka mati seperti matinya jahiliyah.”

Karena zaman sebelum Islam, tidak ada penguasa yang ditaati. Dan kondisi orang Arab yang kacau tidak ada pemimpin.

Itulah beberapa amalan yang masih ada yang disifati dengan jahiliyyah, karena tidak sejalan dengan syariat.

Adapun ungkapan jahiliyah ‘aam, jahiliyah yang merata, atau jahiliyyah Abad 20 maka ungkapan ini tidaklah benar. Karena dakwah kepada Al-Kitab dan As-Sunnah yang dibawa oleh At-Thaaifah Al-Manshurah itu tetap akan ada dan tidak akan hilang hingga akhir zaman nanti.

📑 Ringkasan Kajian Bakda Shubuh bersama Ust Adnan Abdul Majid hafizhahullah
Sabtu 10 Shafar 1444 Rangkaian Daurah Ilmiyyah Kota Palu

⏩|| Grup Whatsap Ma’had Ar-Ridhwan Poso

💽||_Join chanel telegram
http://telegram.me/ahlussunnahposo