HUKUM TUKAR MENUKAR BARANG DENGAN TAMBAHAN

🏘🚦💰HUKUM TUKAR MENUKAR BARANG DENGAN TAMBAHAN

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah.

Maka tidak setiap tambahan itu riba menurut syariat, tidak setiap tambahan dalam jual beli itu riba. Apabila barang dagangannya adalah barang yang diperbolehkan padanya ada tambahan.

Kalau seandainya engkau menjual sebuah mobil ditukar dengan dua mobil, maka ini tidak mengapa. Atau menukar sebuah kitab ditukar dengan dua kitab lain, maka ini tidak mengapa.
Karena tidaklah setiap tambahan itu dihukumi riba.

Akan tetapi tambahan yang dihukumi riba adalah barang yang apabila terjadi akad jual beli antara dua barang tersebut, diharamkan antara keduanya tafaadhul (beda ukuran).

[Asy-Syarh Al-Mumti’ 8/392]

✏️ Syaikh Ibnul Utsaimin rahimahullah juga mengatakan :

Apa saja barang-barang ribawi itu ?

Jawaban : Nabi ﷺ telah memberikan batasan, beliau ﷺ bersabda :

الذهب بالذهب، والفضة بالفضة، والبر بالبر، والتمر بالتمر، والشعير بالشعير، والملح بالملح، مثلا بمثل سواء بسواء يدا بيد آذا اختلفت هذه الأصناف فبيعوا كيف شئتم إذا كان يدا بيد.

“Emas ditukar dengan emas, perak dengan perak, tepung dengan tepung, kurma dengan kurma, tepung sya’ir dengan tepung sya’ir, garam dengan garam, harus seukuran, harus sama, harus kontan. Apabila ditukar dalam keadaan berbeda dari jenis ini, maka silahkan kalian menjualnya sesuai kehendak kalian, yang penting dengan cara tunai.”
[HR. Muslim]

Barang-barang yang enam jenis ini yang disepakati oleh para ulama sebagaimana yang diterangkan oleh hadits ini, yakni disepakati kalau ini adalah barang-barang ribawi. bahwasanya riba terjadi padanya. (Yakni jika barang ini ditukar dengan yang sejenisnya, dengan ada tambahannya, maka itu riba.)

📑 Asy-Syarh Al-Mumti’ 8/394

⏩|| Grup Whatsap Ma’had Ar-Ridhwan Poso

💽||_Join chanel telegram
http://telegram.me/ahlussunnahposo