MENGAPA DILARANG MENCELA PENYAKIT DEMAM?

🌻🚦🌼 MENGAPA DILARANG MENCELA PENYAKIT DEMAM?

Dari Jabir radhiallahu Anhu sesungguhnya Rasulullah ﷺ masuk kepada Ummu Saib atau Ummul Musayyib, lalu beliau berkata :

ما لَكِ؟ يا أُمَّ السَّائِبِ، أَوْ يا أُمَّ المُسَيِّبِ تُزَفْزِفِينَ؟ قالَتْ: الحُمَّى، لا بَارَكَ اللَّهُ فِيهَا، فَقالَ: لا تَسُبِّي الحُمَّى، فإنَّهَا تُذْهِبُ خَطَايَا بَنِي آدَمَ، كما يُذْهِبُ الكِيرُ خَبَثَ الحَدِيدِ

Kenapa engkau wahai Ummu Saaib atau Ummul Musayyib menggigil?
Ummul Musayyib berkata : saya kena demam. Semoga Allah tidak memberkahinya.
Beliau mengatakan : Janganlah engkau mencela demam, karena sesungguhnya dia bisa menghilangkan kesalahan bani Adam sebagaimana pandai besi menghilangkan karatnya.”
HR. Muslim.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah berkata :

Hummaa adalah penyakit panas yaitu salah satu jenis penyakit. Dan demam itu bermacam-macam, akan tetapi demam itu terjadi dengan takdir Allah Azza wa Jalla.

Dia lah yang menetapkan terjadinya, dan Dia pula yang mengangkatnya.
Segala sesuatu itu adalah perbuatan Allah, maka tidak boleh bagi seorang insan untuk mencelanya. Karena mencelanya sama dengan mencela penciptanya, yaitu Allah Taala.
Oleh karena itu Nabi ﷺ bersabda :

لا تسبوا الدهر : فإن الله هو الدهر.

“Jangan kalian mencela waktu karena Allah adalah (Yang membolak-balikkan) waktu.”

Maka Nabi ﷺ melarang dari mencelanya.

Dan wajib bagi seseorang apabila dia tertimpa (penyakit demam) hendaknya dia bersabar dan mengharap pahala dari Allah.
Dan beliau mengabarkan bahwasanya demam itu akan bisa menghilangkan dosa-dosa, sebagaimana pandai besi menghilangkan karat-karat besi. Karena sesungguhnya besi apabila dibakar di api, akan hilang karatnya dan akan menjadi bersih.
Demikian juga demam akan bisa membersihkan seorang insan seperti itu.

📑 Syarh Riyadh Ash-Shalihin 4/403

⏩|| Grup Whatsap Ma’had Ar-Ridhwan Poso

💽||_Join chanel telegram
http://telegram.me/ahlussunnahposo